
Kasi Pemerintahan Kecamatan Balikpapan Utara, Kamsani.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Kecamatan Balikpapan Utara mulai mematangkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Balikpapan yang akan digelar November 2026. Persiapan dilakukan lebih awal dengan menyeleksi peserta terbaik melalui Seleksi Tilawatil Quran (STQ).
Kasi Pemerintahan Kecamatan Balikpapan Utara, Kamsani, mengatakan STQ telah dilaksanakan pada 8-9 Agustus 2026. Dari proses tersebut, terpilih peserta-peserta terbaik yang selanjutnya mengikuti Training Center (TC) selama dua bulan, yakni September dan Oktober.
“Insyaallah persiapan sudah sekitar 80 persen. Tinggal kita menentukan tahap akhir nanti di awal Oktober, penentuan kafilah yang ditetapkan untuk mewakili Balikpapan Utara ke tingkat kota,” kata Kamsani, pada hari Sabtu, 5 September 2026.
Menurutnya, tahapan TC menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemampuan peserta, sekaligus membentuk komposisi kafilah yang akan diturunkan pada MTQ tingkat kota.
Masing-masing peserta akan mendapatkan pembinaan dari pembina cabang lomba selama masa TC. Kecamatan Balikpapan Utara juga telah menyiapkan kebutuhan pendukung, agar para peserta dapat menjalani proses pembinaan secara maksimal.
Kamsani meminta seluruh peserta terpilih memanfaatkan masa pembinaan tersebut dengan serius. Ia berharap kemampuan peserta semakin matang sebelum memasuki kompetisi tingkat kota.
“Sejak September sampai Oktober ini silakan mengikuti TC yang dilaksanakan oleh masing-masing pembina cabang lomba. Segala sesuatunya telah disiapkan oleh tim kecamatan untuk mempersiapkan ke tingkat kota,” ujarnya.
Persiapan lebih awal yang dilakukan Balikpapan Utara bukan tanpa alasan. Kecamatan tersebut memasang target mempertahankan gelar juara umum MTQ tingkat Kota Balikpapan.
Kamsani mengatakan Balikpapan Utara pernah kehilangan gelar tersebut pada 2024, sebelum kembali menjadi juara umum pada 2025. Karena itu, persiapan sejak STQ dinilai penting untuk menjaga prestasi tersebut.
“Targetnya mempertahankan juara umum. Kenapa Balikpapan Utara se-Balikpapan baru kami yang melaksanakan STQ? Karena kami mempersiapkan diri bagaimana mempertahankan sebagai juara umum di tahun sebelumnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, jumlah anggota kafilah yang akan diberangkatkan tidak dibatasi secara khusus. Komposisinya akan disesuaikan dengan kesiapan dan kemampuan masing-masing kecamatan.
Menurut Kamsani, semakin banyak peserta yang dapat mengikuti MTQ akan semakin baik untuk syiar Islam. Namun, keterbatasan sumber daya manusia menjadi salah satu tantangan, khususnya bagi wilayah yang belum memiliki pondok pesantren sebagai salah satu sumber pembinaan peserta.
Pada MTQ tingkat Kota Balikpapan 2026, terdapat sekitar 38 kategori yang diperlombakan. Jumlah tersebut bertambah satu kategori dibandingkan tahun sebelumnya, yakni cabang kaligrafi digital.
Penambahan kategori tersebut menjadi salah satu bentuk penyesuaian terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kemampuan di bidang seni kaligrafi dengan media digital.
MTQ tingkat Kota Balikpapan tahun ini akan digelar di Kecamatan Balikpapan Selatan sebagai tuan rumah. Pelaksanaan dijadwalkan berlangsung pada 11-16 November 2026, dengan pusat kegiatan di Masjid Islamic Center Balikpapan.
Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, Balikpapan Utara akan memanfaatkan September dan Oktober untuk memaksimalkan pembinaan sebelum menentukan susunan final kafilah pada awal Oktober. Kafilah yang paling dominan di Balikpapan Utara kategori Tilawah dan Tahfidz.
Kamsani berharap seluruh peserta dapat menjaga semangat selama proses pembinaan sehingga target mempertahankan juara umum dapat diwujudkan.
“Semoga seluruh kafilah bisa mengikuti TC dengan sungguh-sungguh dan memberikan kemampuan terbaik saat mewakili Balikpapan Utara di tingkat kota,” pungkasnya. (Las)