
Kantor PDAM Samarinda.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Perumda Air Minum Tirta Kencana Kota Samarinda memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat masih dalam kondisi aman di tengah musim kemarau dan fenomena El Niño. Meski demikian, sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya penurunan produksi maupun gangguan distribusi.
Direktur Utama Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Nor Wahid Hasyim, mengatakan pihaknya telah menyiapkan empat skenario penanganan berdasarkan tingkat kondisi sumber air dan produksi, yakni Strategi Normal, Waspada, Siaga, hingga Kritis.
Menurutnya, kondisi Samarinda saat ini masih berada pada level normal sehingga produksi air bersih tetap berjalan tanpa pengurangan secara signifikan.
“Untuk kondisi saat ini, posisi Kota Samarinda masih berada pada tingkat Strategi Normal,” ujar Nor Wahid saat menjadi pembicara dalam kegiatan terkait upaya menjamin pasokan air Samarinda di tengah darurat kekeringan, Sabtu (5/9/26).
Ia mengungkapkan, sekitar lima hingga enam hari sebelumnya kondisi sempat meningkat ke level Waspada akibat fenomena arus sorong. Tingginya pasang air laut yang bersamaan dengan fase bulan purnama sempat berdampak terhadap operasional dua instalasi pengolahan air.
Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas produksi mengalami penurunan sementara. Namun, curah hujan yang terjadi di kawasan hulu membantu memperbaiki kondisi sumber air sehingga operasional kembali normal.
Saat ini, lebih dari 80 persen kebutuhan air baku Kota Samarinda masih mengandalkan Sungai Mahakam. Sumber lainnya berasal dari Sungai Karang Mumus dan Sungai Bengen yang memiliki kapasitas lebih kecil, serta Bendungan Benanga.
Nor Wahid menyebut, kondisi sumber-sumber air baku tersebut sejauh ini masih relatif aman. Sungai Karang Mumus dinilai cukup terjaga karena alirannya turut dipengaruhi pola pasang surut Sungai Mahakam.
Namun, perhatian lebih diberikan terhadap Bendungan Benanga. Pasalnya, ketersediaan air di bendungan tersebut sangat bergantung pada curah hujan. Memasuki musim kemarau, volume aliran air yang masuk ke waduk mulai menunjukkan penurunan sehingga terus dipantau.
Dari sisi produksi, Perumda Tirta Kencana belum melakukan pengurangan kapasitas secara besar-besaran. Dampak kemarau justru lebih banyak dirasakan pada kualitas air baku.
Sekitar 4 persen wilayah pelayanan sempat mengalami peningkatan kandungan zat besi dan mangan yang berpengaruh terhadap kejernihan air. Persoalan tersebut, kata Nor Wahid, telah ditangani melalui proses pengolahan khusus dan penyesuaian penggunaan bahan kimia.
Meski kondisi masih terkendali, masyarakat diminta tidak menggunakan air secara berlebihan. Langkah penghematan dinilai penting untuk menjaga pemerataan distribusi, terlebih musim kemarau diperkirakan masih berlangsung cukup panjang.
“Kami mengajak masyarakat untuk berhemat menggunakan air agar pasokan bisa merata untuk semua. Masyarakat juga diharapkan melakukan penampungan air secukupnya,” katanya.
Kekhawatiran terhadap potensi terganggunya pasokan air juga dirasakan pelaku usaha yang aktivitasnya sangat bergantung pada ketersediaan air bersih.
Husein, salah seorang pengusaha pencucian sepeda motor di Samarinda, mengatakan gangguan distribusi air Perumda dapat berdampak langsung terhadap biaya operasional usahanya. Ketika pasokan air tidak mengalir, ia terpaksa membeli air dari pemasok menggunakan tandon.
Menurutnya, harga air tandon biasanya ikut meningkat ketika distribusi air Perumda terganggu karena permintaan masyarakat melonjak.
“Kalau air PDAM mati, kami tetap harus menjalankan usaha, jadi mau tidak mau beli air tandon. Biasanya kalau banyak wilayah tidak mendapat air, yang pesan tandon juga banyak dan harganya ikut naik. Itu tentu menambah biaya operasional kami,” ujar Husein.
Ia berharap, kondisi sumber air di Samarinda tetap terjaga dan hujan segera turun sehingga pelaku usaha maupun masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Harapannya semoga segera turun hujan dan pasokan air tetap lancar. Bagi usaha pencucian motor seperti kami, air itu kebutuhan utama. Kalau distribusinya terganggu cukup lama, tentu sangat berpengaruh terhadap usaha,” tambahnya.
Perumda Tirta Kencana memastikan akan terus memantau kondisi sumber air baku sekaligus menjaga produksi dan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Masyarakat juga diajak menggunakan air secara bijak serta bersama-sama berharap curah hujan segera kembali meningkat. (*Yud)