• Kamis, 03 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kebakaran lahan kosong seluas kurang lebih 4 hektare terjadi di Jalan Muin Faisal, RT 10, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Rabu (2/9/2026).(Foto: Dok. Polsek Timur)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Kebakaran lahan kosong seluas kurang lebih 4 hektare terjadi di Jalan Muin Faisal, RT 10, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Rabu (2/9/2026) siang.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.20 WITA tersebut sempat membuat api merambat ke bagian atas jalan dan berpotensi meluas ke area di sekitar lokasi.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Timur AKP M. Chusen mengatakan, berdasarkan informasi warga, lahan kosong yang terbakar tersebut merupakan milik keluarga besar Ladeni dengan luas sekitar 4 hektare.

Sebelum kebakaran meluas, seorang warga bernama Husen, yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat bata, melihat kobaran api dari lahan kosong yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 13.00 WITA. Husen kemudian bergegas menuju lokasi untuk mengamankan tiga ekor sapi yang sedang diberi makan di lahan tersebut.

Saat berada di lokasi, ia melihat kobaran api semakin membesar dan bergerak ke arah bagian atas jalan.

Personel Polsek Balikpapan Timur yang menerima informasi selanjutnya berkoordinasi dengan BPBD Kota Balikpapan untuk melakukan penanganan. Pemadaman dilakukan secara gabungan dengan melibatkan unsur TNI, Polri dan BPBD.

Sedikitnya tiga unit kendaraan pemadam dikerahkan, masing-masing satu unit mobil pemadam BPBD Kota Balikpapan, satu unit mobil pemadam Lanud Dhomber Balikpapan dan satu unit water cannon Sat Brimob Polda Kaltim. Satu unit ambulans juga disiagakan di lokasi.

Upaya pemadaman membuahkan hasil. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 16.30 WITA, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Petugas juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mencegah api kembali muncul dan merambat ke permukiman maupun bangunan warga. Meski kebakaran berhasil ditangani, polisi belum dapat memastikan penyebab munculnya api.

Berdasarkan keterangan saksi, saat petugas tiba di sekitar lokasi, tidak ditemukan orang yang berada di sekitar titik awal kebakaran. Karena itu, penyebab kebakaran masih dalam pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.

“Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut,” demikian keterangan kepolisian.

Pasca kejadian, kepolisian bersama BPBD, TNI, pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas dan unsur terkait melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Polisi juga melakukan pendataan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran. Unit Reskrim diarahkan melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengantisipasi kemungkinan adanya unsur kesengajaan maupun kelalaian.

Selain penanganan di lokasi, kepolisian mendorong peningkatan patroli terpadu dan monitoring di kawasan yang rawan kebakaran hutan dan lahan.

Bhabinkamtibmas juga diminta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membakar sampah, rumput maupun lahan secara sembarangan.

Kepolisian turut merekomendasikan kesiapan sarana dan prasarana penanganan awal kebakaran, khususnya di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam, serta memperkuat koordinasi berkelanjutan antara Polri, TNI, BPBD, pemerintah kecamatan, kelurahan dan masyarakat. (Las)



Pasang Iklan
Top