
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, Rabu (2/9/2026).(Foto: Dok. Ig/DandriDauri)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Borneo FC Samarinda bersiap menghadapi Persija Jakarta pada pekan pertama BRI Super League 2026/2027.
Duel kedua tim akan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Sabtu (5/9/2026) mendatang.
Pertandingan ini menjadi ujian awal bagi Pesut Etam setelah melakukan sejumlah perubahan untuk menghadapi musim baru.
Salah satu perubahan terbesar terjadi di kursi pelatih, dengan Mauro Jeronimo menggantikan Fabio Lefundes.
Persija menjadi lawan yang tidak mudah bagi Borneo FC.
Macan Kemayoran datang dengan komposisi skuad yang dinilai cukup kuat untuk bersaing di musim 2026/2027.
Meskipun demikian, Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri mengatakan, timnya tidak memberikan perlakuan khusus dalam mempersiapkan pertandingan tersebut.
Menurutnya, laga menghadapi Persija tetap dipersiapkan seperti pertandingan lainnya.
Borneo FC juga sudah menjalani persiapan untuk menyambut kompetisi musim baru.
"Biasa-biasa saja, tidak ada yang harus saya siapkan karena memang kita setiap tahunnya ketemu," kata Dandri, Rabu (2/9/2026).
Pernyataan ini menunjukkan Borneo FC tidak ingin terlalu terbebani dengan status Persija sebagai lawan pada laga perdana.
Tim tetap akan berusaha menjalankan persiapan yang telah dilakukan untuk menghadapi musim kompetisi.
Pertemuan di Stadion Segiri juga menjadi kesempatan bagi Borneo FC untuk memulai musim dengan hasil positif di hadapan pendukung sendiri.
Apalagi, Pesut Etam memiliki agenda yang cukup padat sepanjang musim 2026/2027.
Selain BRI Super League, Borneo FC juga akan tampil di AFF Club Championship, AFC Challenge League, dan League Cup.
Padatnya kompetisi membuat Borneo FC harus menjaga konsistensi sejak awal.
Namun, Dandri menegaskan kompetisi domestik tetap menjadi perhatian utama klub.
"Kalau sukses di Asia, tapi tidak sukses di lokalnya, itu kacau nih. Ya, karena ada degradasi," ujar Dandri, Rabu (2/9/2026).
Maka itu, pertandingan melawan Persija menjadi penting sebagai langkah awal Borneo FC dalam menjaga target mereka di kompetisi domestik.
Di sisi lain, kondisi udara Samarinda juga sempat menjadi perhatian menjelang pertandingan.
Kekhawatiran ini berkaitan dengan potensi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.
Dandri memastikan kondisi Samarinda saat ini tidak menjadi kendala untuk pelaksanaan pertandingan.
Ia menegaskan kondisi sudah membaik dan Borneo FC optimistis laga kandang kontra Persija dapat digelar sesuai jadwal.
"Saya katakan Samarinda enggak ada asap sudah ya. Berkat doa teman-teman semua. Jadi, kami bisa menggelar tanggal 5 dengan cuaca yang baik," ucapnya.
Dengan kondisi tersebut, Borneo FC dapat lebih fokus mempersiapkan pertandingan tanpa harus mengkhawatirkan gangguan asap.
Dandri berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan dapat membawa Borneo FC tampil lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.
"Ini yang menjadi warning bagi kami. Ya mudah-mudahan kalau ada rezekinya, ya bismillah, karena kami pada prinsipnya berusaha lebih baik daripada tahun kemarin," tutur Dandri.
Laga Borneo FC Samarinda kontra Persija Jakarta dijadwalkan menjadi pembuka perjalanan kedua tim di BRI Super League 2026/2027.
Pertandingan di Stadion Segiri tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Pesut Etam menunjukkan kesiapan mereka menghadapi musim dengan agenda kompetisi yang padat. (Abi)