• Senin, 31 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Para pemenang turnamen saat menerima piala Ketua PWI Kaltim.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : M. Husaini, perwakilan Lapas Narkotika, keluar sebagai juara Turnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur. Kemenangannya sekaligus menutup rangkaian turnamen yang berlangsung selama dua hari di RA DeAle Billiard, Jalan Bhayangkara, Samarinda, Sabtu (29/8/2026) malam.

Turnamen tersebut menjadi ajang silaturahmi antara insan pers dan mitra PWI Kaltim, sekaligus memberikan ruang bagi peserta agar menguji kemampuan dan menambah pengalaman bertanding dalam olahraga biliar.

Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin mengatakan, Turnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 diproyeksikan menjadi agenda rutin tahunan dengan memperebutkan piala bergilir.

Menurutnya, keterlibatan peserta dari luar lingkungan PWI menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan turnamen. Selain memperluas silaturahmi, kehadiran peserta eksternal dinilai mampu menciptakan persaingan yang lebih kompetitif.

“Karena ini piala bergilir, tentu menjadi tugas PWI untuk melaksanakannya setiap tahun. Khusus bagi teman-teman PWI, dengan mengundang peserta dari eksternal, mereka bisa mendapatkan lawan yang sepadan,” katanya.

Ia berharap, turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan silaturahmi. PWI Kaltim juga ingin menjadikannya sebagai salah satu sarana untuk melihat potensi pebiliar dari kalangan wartawan yang nantinya dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi tingkat nasional.

“Semoga hasilnya nanti bisa dibawa ke pentas nasional. Insyaallah akan bertarung di Pekan Olahraga Wartawan Nasional pada April 2027 di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Dirinya juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat pada penyelenggaraan turnamen, mulai dari panitia, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kaltim, pengelola RA DeAle Billiard, hingga para mitra dan tamu undangan.

Apresiasi juga disampaikan Kapenrem Aji Surya Natakesuma melalui Kapten Imam Nawawi. Ia menilai penyelenggaraan turnamen berjalan dengan baik dan berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.

“Tidak ada yang bisa saya sampaikan selain ucapan selamat kepada semuanya atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan lancar. Saya berharap ke depan semakin meningkat dan semakin baik,” tuturnya.

Sementara itu, M. Husaini mengaku bersyukur mampu menyelesaikan turnamen dengan meraih gelar juara. Ia turut memberikan apresiasi kepada PWI Kaltim yang telah menyediakan ruang kompetisi bagi pencinta olahraga biliar.

“Alhamdulillah. Tetap semangat untuk teman-teman PWI mengadakan kegiatan seperti ini. Yang penting jangan lupa tersenyum dan sehat selalu,” ucapnya.

Menariknya, ia mengaku tidak menjalani persiapan khusus sebelum turun bertanding. Keikutsertaannya dalam turnamen bermula setelah mendapat arahan dari Kepala Lapas.

“Sebenarnya tidak ada persiapan khusus. Saya ikut ini karena mendapat perintah dari Kalapas,” ungkapnya.

Meski akhirnya keluar sebagai juara, Husaini mengaku belum banyak memiliki pengalaman mengikuti turnamen resmi. Selama ini, aktivitas bermain biliar lebih sering dilakukannya dalam pertandingan santai.

“Kalau turnamen agak jarang. Saya baru sekali, tetapi kalau sekadar fun game memang sering,” jelasnya.

Pada klasemen akhir, M. Husaini dari Lapas Narkotika memastikan diri sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Muslim Hidayat atau yang akrab disapa Lim dari PWI Kaltim.

Sementara posisi ketiga diraih dua nama, yaitu Didda Satrya yang akrab disapa Dimas dari PWI Kaltim.

Keberhasilan para peserta tersebut sekaligus menutup Turnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 tahun ini. PWI Kaltim menargetkan kompetisi kembali digelar tahun depan sebagai agenda rutin agar memperkuat silaturahmi, meningkatkan atmosfer kompetisi, serta menjaring potensi pebiliar dari kalangan wartawan dan mitra PWI. (*Yud)



Pasang Iklan
Top