
Potret Demo FGSS Samarinda di depan Balkot Samarinda. Senin (24/08/2026). (Foto:Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, KutaiRaya.com: Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Forum Gerakan Sopir Samarinda (FGSS) turun ke jalan pada Senin (24/8/2026).
Mereka menolak rencana pembatasan kupon pembelian solar bersubsidi yang akan diberlakukan mulai 1 September 2026.
Aksi tersebut digelar dengan ratusan unit truk dibawa menuju kawasan Balai Kota Samarinda.
Sebelumnya massa berkumpul sejak sekitar pukul 07.30 WITA di Jalan Ir H Nusyirwan Ismail atau kawasan Ring Road, sebelum bergerak menuju pusat pemerintahan Kota Samarinda atau Balai Kota (Balkot).
Ketua FGSS, Achmad Hasan mengatakan, aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi para sopir yang merasa kebijakan pembatasan kupon solar bersubsidi dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas pekerjaan mereka.
Menurutnya, solar bersubsidi menjadi salah satu kebutuhan utama dalam menunjang operasional truk.
Sehingga pembatasan kupon dikhawatirkan meningkatkan beban operasional dan berujung pada terganggunya pendapatan pengemudi.
"Ini mengancam mata pencaharian kita," ujar Hasan.
Ia menegaskan aksi dilakukan secara bersama-sama karena kebijakan tersebut dinilai tidak hanya berdampak kepada satu atau dua pengemudi, tetapi terhadap banyak sopir yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas angkutan menggunakan kendaraan berbahan bakar solar.
Besarnya jumlah armada yang dibawa dalam aksi turut menimbulkan dampak terhadap aktivitas lalu lintas di sejumlah ruas jalan Samarinda.
Bahkan, kepadatan kendaraan mengular hingga sekitar 3–4 kilometer di beberapa jalur menuju Balai Kota.
Sejumlah titik yang terdampak antara lain kawasan perempatan lampu merah Mal Lembuswana, Jalan Pahlawan, Jalan Kusuma Bangsa, hingga sekitar Balai Kota dan Pasar Segiri.
Banyaknya truk yang memenuhi badan jalan membuat ruang gerak kendaraan lainnya menyempit.
Arus lalu lintas yang sebelumnya normal berubah menjadi macet dan tersendat di sejumlah lokasi.
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur yang terdampak aksi, terutama koridor dari kawasan Lembuswana menuju Pasar Segiri.
"Saat ini penumpukan massa aksi beserta armada truk masih terkonsentrasi di depan Balai Kota," kata Ismail.
Kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas serta menempatkan personel di sejumlah titik untuk mengatur pergerakan kendaraan.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan, sekaligus menjaga keamanan selama aksi berlangsung.
Ismail mengemukakan, kepadatan lalu lintas terjadi karena massa dan armada truk masih terkonsentrasi di sekitar lokasi penyampaian aspirasi.
Polisi juga mengantisipasi kemungkinan kemacetan meluas apabila massa belum meninggalkan kawasan tersebut.
"Informasi awal kegiatan direncanakan berlangsung satu hari ini. Harapan kita bersama aksi bisa selesai hari ini dengan kondusif sehingga arus lalu lintas kembali normal," tuturnya.
Aksi FGSS berlangsung hingga siang dan membuat kawasan Balai Kota menjadi salah satu titik yang perlu dihindari pengguna jalan.
Masyarakat yang hendak menuju pusat kota disarankan menggunakan jalur alternatif selama kendaraan peserta aksi masih memenuhi ruas jalan.
Di tengah kepadatan tersebut, tuntutan utama para pengemudi tetap tertuju pada rencana pembatasan kupon solar bersubsidi mulai 1 September mendatang.
Para sopir berharap kebijakan tersebut dapat dikaji kembali karena dinilai berkaitan langsung dengan keberlangsungan operasional dan penghasilan mereka.
Hingga aksi berakhir, aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas terdampak.
Arus kendaraan diharapkan kembali normal setelah seluruh massa dan armada meninggalkan kawasan Balai Kota Samarinda. (abi)