• Selasa, 25 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Suasana pelaksanaan Kopdar Layangan Gapangan di Kelurahan Mangkurawang Darat, Kecamatan Tenggarong, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Puluhan pecinta layangan Gapangan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) berkumpul di Kelurahan Mangkurawang Darat, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dalam kegiatan Kopdar Layangan Gapangan, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan ini diikuti para pecinta layangan dari berbagai kabupaten/kota, seperti Bontang, Lempake, Samarinda dan Kukar sebagai tuan rumah.

Sekitar 60 layangan diperkirakan akan diterbangkan dalam kegiatan yang berlangsung hingga malam, bahkan sampai pagi.

Ketua Panitia, Andri mengatakan, kopdar tersebut tidak dikemas dalam bentuk perlombaan.

Para peserta hanya berkumpul, menerbangkan layangan bersama dan mempererat silaturahmi sesama pecinta layangan Gapangan.

"Kalau kegiatannya cuma kopdar layangan Gapangan bersama, manjer bareng. Manjer itu layangan dibiarkan terbang sampai pagi. Tidak ada lomba, silaturahmi lah," ujarnya.

Sekitar 15 layangan dari masing-masing perwakilan diperkirakan hadir sehingga totalnya mencapai sekitar 60 layangan.

Peserta yang datang dari daerah cukup jauh juga diperkirakan menginap di lokasi hingga pagi.

"Agendanya sampai malam, mungkin yang jauh-jauh tembus sampai pagi nginap di sini," katanya.

Ia menuturkan kegiatan ini menjadi kopdar pertama komunitas layangan Gapangan yang digelar di Tenggarong.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin setiap tahun dengan lokasi yang bergantian di berbagai daerah di Kaltim.

"Insyaallah ini rutinan setahun sekali. Kalau se-Kaltim nanti mungkin gantian tempatnya, bisa di Bontang. Kalau hari ini kan di Kukar," tuturnya.

Salah seorang peserta dari Bontang, Edi menyambut positif kegiatan tersebut.

Menurutnya, kopdar menjadi kesempatan bagi para pecinta layangan Gapangan untuk bertemu langsung, setelah selama ini berkomunikasi melalui media sosial dan grup WhatsApp.

"Kami dari pecinta layangan Kota Bontang antusias menyambut baik kegiatan ini. Ini wadah kita silaturahmi pecinta layangan Gapangan se-Kaltim. Terutama kami dari Bontang sangat merindukan momen seperti ini," ujarnya.

Ia mengatakan, cuaca menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam menerbangkan layangan.

Namun, kondisi ini tidak mengurangi antusiasme peserta untuk berkumpul dan bersilaturahmi.

"Masalah cuaca itu urusannya yang di atas. Kita sudah prediksi, tapi cuacanya kadang tidak menentu. Setidaknya kita sudah ngumpul sesama sehobi se-Kaltim, kita bisa saling silaturahmi," katanya.

Para pecinta layangan selama ini lebih sering berinteraksi melalui grup WhatsApp dengan saling berbagi informasi maupun menunjukkan layangan yang mereka miliki.

"Nah ini ketemu langsung, jadi kita akrab. Biasanya kita lewat media sosial, lewat grup WhatsApp, saling spill layangan masing-masing di daerahnya," ujarnya.

Kegiatan kopdar ini sebenarnya telah berlangsung sejak 2021 dan lokasinya berpindah-pindah.

Samarinda telah menjadi tuan rumah sebanyak 3 kali, sedangkan Bontang 2 kali.

"Sudah 5 tahun kita, jadi sudah muter-muter. Ini pertama kalinya kalau di Tenggarong, Kukar ini yang pertama," katanya.

Ia menjelaskan layangan Gapangan merupakan salah satu jenis layangan yang dikembangkan dari tradisi layangan masyarakat Jawa.

Keberadaannya hingga kini masih diminati berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

"Walaupun sudah tua, anak muda sampai anak kecil, SD, SMP, sampai yang sudah punya cucu juga ada yang di sini main. Itu keindahannya," ucapnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top