• Selasa, 25 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Jalan santai festival merah putih, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Kawasan Convention Hall Sempaja, Samarinda, dipadati masyarakat pada pembukaan Festival Merah Putih Kalimantan Timur, Sabtu (22/8/2026). Beragam kegiatan mulai dari jalan santai, senam bersama, perlombaan hingga bazar UMKM menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Festival yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut berlangsung selama dua hari, 22-23 Agustus 2026. Selain menjadi ajang memeriahkan momentum kemerdekaan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produknya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, mengatakan Festival Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kebersamaan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan beragam kelompok usia.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan Fun Walk dan senam bersama yang diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. Setelah itu, peserta dapat mengikuti sejumlah perlombaan dan aktivitas lain yang disiapkan panitia.

Sri Wahyuni menilai, kehadiran festival bukan sekadar memberikan hiburan kepada masyarakat. Sejumlah perlombaan yang digelar juga menjadi sarana untuk membangun semangat berkompetisi sekaligus mengembangkan kemampuan peserta.

“Mudah-mudahan keikutsertaan kita di dalam festival ini selain menjalin silaturahmi juga mengasah kompetisi, mengasah kemampuan,” ujarnya.

Perhatian terhadap aktivitas anak turut menjadi bagian dalam festival tersebut. Salah satunya melalui kegiatan pushbike yang memberikan kesempatan kepada anak-anak agar bergerak dan mengembangkan kemampuan fisiknya.

Menurutnya, kegiatan semacam itu penting diperbanyak dalam setiap festival karena dapat membantu perkembangan motorik dan kinetik anak serta mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai.

“Saya selalu mendorong setiap festival ada aktivitas untuk anak-anak kita. Ini menjadi kegiatan yang baik sekali untuk melatih motorik dan kinetik anak-anak kita. Jadi nanti tidak bergantung dengan gadget,” ungkapnya.

Tak hanya menghadirkan kegiatan olahraga dan perlombaan, Festival Merah Putih Kaltim juga memberikan ruang cukup besar bagi sektor usaha melalui penyelenggaraan bazar.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPOD Setda Provinsi Kaltim, Imanuddin, melaporkan terdapat 51 tenant yang berpartisipasi dalam festival. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 tenant merupakan pelaku UMKM yang mendapatkan fasilitas tempat secara gratis.

Tenant lainnya berasal dari berbagai unsur, mulai perangkat daerah, Dekranasda, PKK, Kadin, pelayanan publik hingga sektor kesehatan.

Sri Wahyuni mengapresiasi keterlibatan UMKM dalam kegiatan tersebut. Fasilitas tanpa biaya bagi pelaku usaha diharapkan dapat membantu mereka memperluas promosi produk sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari tingginya kunjungan masyarakat selama festival berlangsung.

Antusiasme juga dirasakan masyarakat yang hadir. Dewi Indar, salah seorang warga yang ikut berpartisipasi, menyambut positif penyelenggaraan Festival Merah Putih karena masyarakat dapat merayakan suasana kemerdekaan melalui kegiatan yang lebih beragam.

Dirinya menilai festival semacam ini dapat menjadi alternatif kegiatan akhir pekan bagi masyarakat dan keluarga. Selain mengikuti olahraga dan perlombaan, pengunjung juga dapat melihat serta membeli berbagai produk yang ditawarkan pelaku UMKM.

Ia berharap, Festival Merah Putih dapat kembali diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang dengan kegiatan yang semakin beragam dan melibatkan lebih banyak masyarakat.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Selain meriah dan bisa menjadi hiburan bersama keluarga, masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi dan UMKM mendapat kesempatan memperkenalkan produknya,” kata Dewi.

Festival Merah Putih Kaltim masih akan berlangsung hingga Minggu (23/8/26). Pada hari terakhir, masyarakat akan disuguhkan sejumlah rangkaian kegiatan, termasuk penampilan penyanyi sekaligus komika nasional Raim Laode di kawasan Convention Hall Sempaja.

Pemprov Kaltim berharap penyelenggaraan perdana ini dapat menjadi pijakan agar mengembangkan Festival Merah Putih sebagai agenda rutin. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, pelaku UMKM dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar kegiatan tersebut dapat tumbuh secara berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kaltim. (*Yud)



Pasang Iklan
Top