
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri. Kamis (20/08/2026). (Foto:Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, KutaiRaya.com : Borneo FC Samarinda mendapat kepercayaan besar dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk menjadi salah satu tuan rumah fase grup Zona Timur AFC Challenge League (ACGL) musim 2026/2027.
Penunjukan ini menjadi catatan penting bagi Pesut Etam.
Selain berstatus sebagai peserta kompetisi antarklub Asia, Borneo FC juga dipercaya menghadirkan pertandingan internasional di hadapan publik Samarinda.
Samarinda menjadi salah satu dari 5 kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah fase grup Zona Timur.
Kota lainnya adalah Kuwait City bersama Al Qadsia, Dushanbe bersama FC Istiklol, Thimphu bersama Paro FC, serta Taunggyi bersama Shan United.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menyambut positif kepercayaan AFC tersebut.
Ia menilai penunjukan itu bukan hanya menjadi penghargaan bagi klub, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap sepak bola Samarinda dan Kalimantan Timur (Kaltim).
"Terus terang saya terkejut ketika mendapat kabar tersebut. Bagi saya ini adalah suatu apresiasi besar bagi Borneo FC dan tentu saja bagi warga Samarinda dan Kaltim secara keseluruhan," ujar Dandri dijumpai di Area Training Borneo FC, Jl. Jakarta 1, Lok Bahu, Samarinda.
Menurut Dandri, kesempatan menjadi tuan rumah kompetisi Asia harus dimanfaatkan secara maksimal.
Borneo FC dituntut tidak hanya menyiapkan tim dari sisi teknis, tetapi juga memastikan penyelenggaraan pertandingan berjalan baik.
"Kita akan berusaha menjadi tuan rumah yang baik. Pastinya kita juga mengejar target lolos dari fase grup, agar bisa terus melangkah jauh di ajang ini," katanya.
Stadion Segiri diproyeksikan menjadi venue utama pertandingan fase grup.
Stadion tersebut sebelumnya telah menjalani proses pemeriksaan dan verifikasi AFC untuk memastikan kelayakan infrastruktur serta kesiapan penyelenggaraan pertandingan internasional.
Dandri menuturkan pengalaman Borneo FC saat menjadi tuan rumah Piala Presiden menjadi modal penting dalam menghadapi agenda yang lebih besar.
Pengalaman ini akan dijadikan bahan evaluasi agar penyelenggaraan AFC Challenge League dapat berlangsung lebih maksimal.
"Kita sudah punya pengalaman menjadi tuan rumah Piala Presiden. Itu menjadi salah satu acuan bagi kita untuk mempersiapkan semuanya, karena tentu standar pertandingan Asia akan berbeda," katanya.
Terpisah, Dandri menilai status tuan rumah memberikan keuntungan tersendiri bagi Borneo FC.
Dukungan langsung dari suporter di Stadion Segiri diharapkan mampu menjadi tambahan motivasi bagi pemain untuk meraih hasil maksimal.
"Kami tentu berharap dukungan masyarakat Samarinda dan Kaltim bisa menjadi kekuatan bagi tim. Bermain di kandang sendiri dengan dukungan suporter tentu memberikan energi tambahan," ucapnya.
Dandri menambahkan Borneo FC tidak ingin hanya menjadi pelengkap dalam kompetisi tersebut.
Tim menargetkan lolos dari fase grup dan melanjutkan perjalanan hingga babak berikutnya.
"Kami tidak mau hanya sukses sebagai penyelenggara. Di lapangan kami juga punya target untuk lolos dari fase grup dan memberikan prestasi terbaik untuk Borneo FC," tuturnya.
Pada fase grup Zona Timur ACGL 2026/2027, 8 tim akan dibagi ke dalam dua grup yang masing-masing dihuni 4 klub.
Borneo FC telah memastikan satu tempat, sedangkan sejumlah peserta lainnya masih akan ditentukan melalui babak playoff.
Dua tim teratas dari masing-masing grup nantinya berhak melaju ke babak perempat final.
Dalam format kompetisi musim ini, pertemuan antara tim dari Zona Barat dan Zona Timur baru akan terjadi pada partai final yang direncanakan berlangsung di kandang salah satu tim dari Zona Timur.
Bagi Borneo FC, status tuan rumah membuat tantangan yang dihadapi menjadi lebih besar.
Klub harus mampu menjaga kualitas pertandingan, sekaligus membawa nama Samarinda sebagai salah satu kota yang mampu menyelenggarakan kompetisi sepak bola bertaraf Asia.
Kepercayaan AFC tersebut juga membuka peluang bagi Samarinda untuk menjadi etalase sepak bola Indonesia di tingkat internasional.
Kehadiran klub-klub Asia di Stadion Segiri diharapkan semakin memperkenalkan Samarinda dan Kalimantan Timur melalui olahraga.
"Ini bukan hanya tentang Borneo FC. Ada nama Samarinda dan Kaltim yang kita bawa. Karena itu, kami ingin memberikan kesan yang baik kepada semua tim yang datang dan menunjukkan bahwa Samarinda siap menjadi bagian dari sepak bola Asia," ucap Dandri. (abi)