
Peluncuran Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 di Pendopo Bupati Kukar, Kamis (20/8/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 resmi diluncurkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar).
Tahun ini rangkaian Erau akan berlangsung pada 20 hingga 27 September 2026 di Kecamatan Tenggarong.
Peluncuran ini menjadi awal rangkaian persiapan menuju pelaksanaan Erau, mulai dari sosialisasi hingga berbagai kegiatan budaya yang akan melibatkan masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah mengatakan, Erau 2026 mengangkat tema Raja Menunggal Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya.
Tema ini memiliki keterkaitan erat dengan makna Erau sebagai momentum pertemuan antara raja atau sultan dengan masyarakat.
"Makna Erau itu sendiri adalah riang gembira. Ada yang dieraukan, siapa yang dieraukan itu tokoh, raja dan sebagainya. Yang mengeraukan adalah kerabat, sedangkan yang erau itu seluruh rakyat dan seluruh masyarakat," ujar Heri di Pendopo Bupati Kukar, Kamis (20/8/2026).
Ia mengemukakan, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Erau perlu terus disosialisasikan dan dikenalkan kepada generasi muda.
Berbagai prosesi dalam Erau memiliki filosofi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satunya dari prosesi beluluh yang memiliki makna meluluhkan energi negatif dan menggantinya dengan energi positif.
"Bagaimana sultan memimpin dalam kesehariannya, baik terkait menjaga budaya dan adat, itu mempunyai energi yang positif," ujarnya.
Terkait anggaran, ia mengatakan, pelaksanaan Erau 2026 dihelat melalui kolaborasi antara Pemkab Kukar dan Kementerian Pariwisata.
Namun, ada penyesuaian karena terkait efisiensi anggaran.
Ia menjelaskan anggaran untuk kegiatan sakral mencapai sekitar Rp 4 miliar, sedangkan kegiatan seremonial sekitar Rp 4 miliar, sehingga total anggarannya Rp 8 miliar.
Selain kegiatan sakral dan seremonial, anggaran hibah kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura juga mencakup kebutuhan operasional serta pemeliharaan kedaton.
"Bagaimana memelihara kedaton, mengecat, kemudian ada yang bocor-bocor," tuturnya.
Secara keseluruhan, ia menyebutkan total anggaran yang berkaitan dengan pelaksanaan dan hibah Erau berada di kisaran Rp 15 miliar.
Sementara itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, Pemkab Kukar berkomitmen agar pelaksanaan Erau tahun ini tetap berjalan secara utuh dan tidak mengurangi nilai sakral yang menjadi bagian penting dari tradisi adat Kutai.
"Harapan kami memang Erau tahun ini tetap utuh kita laksanakan, sehingga tidak ada bagian-bagian yang terpotong," ujarnya.
Ia berharap kegiatan Erau tahun ini bisa lebih banyak lagi melibatkan warga masyarakat, misalnya kegiatan olahraga tradisional dan lainnya, tanpa mengurangi nilai kesakralan daripada Erau.
Setelah peluncuran ini, Pemkab Kukar akan melakukan sosialisasi pelaksanaan Erau ke 10 kabupaten kota di Kalimantan Timur (Kaltim). (*Zar)