• Jum'at, 21 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang terletak di PLN ULP Tenggarong, Selasa (18/8/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pengguna kendaraan listrik di Tenggarong kini memiliki pilihan baru untuk mengisi daya kendaraannya.

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN ULP Tenggarong telah tersedia dan melayani pengisian daya selama 24 jam.

Manajer PLN ULP Tenggarong, Hasmon Karaeng mengatakan, SPKLU tersebut menyediakan dua jenis pengisian, yakni pengisian reguler dengan daya 7 Kilo Watt (kW) dan ultra fast charging dengan daya hingga 60 kW.

Ia menjelaskan pengisian menggunakan fasilitas ultra fast charging dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan pengisian reguler.

Untuk kendaraan dengan kapasitas baterai sekitar 70 kWh, pengisian hingga penuh membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam, tergantung kondisi dan kapasitas kendaraan.

"Kalau mobil itu ngisi Rp100 ribu, sekitar 50 kW, tidak sampai sejam sudah berisi penuh. Tapi secara teknis nanti bisa dicek lagi," ujar Hasmon kepada KutaiRaya.com, Selasa (18/8/2026).

Dari sisi biaya, ia menyebutkan tarif pengisian daya sekitar Rp 2.447 per kWh.

Dengan asumsi kendaraan memiliki kapasitas baterai sekitar 70 kWh, pengisian dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan biaya kurang dari Rp 200 ribu.

"Kapasitas 70 kWh baterai mobil itu pada umumnya," katanya.

SPKLU tersebut dapat digunakan masyarakat selama 24 jam.

Untuk pembayaran, pengguna cukup memanfaatkan aplikasi PLN Mobile.

Pengguna dapat memilih menu pengisian kendaraan listrik, kemudian memindai kode yang tersedia pada mesin SPKLU.

Setelah itu, pengguna menentukan nominal pengisian yang diinginkan.

"Misalnya kita bayar Rp100 ribu atau Rp 200 ribu. Kalau mengisi tidak penuh pun masih ada sisa, nanti dikembalikan menjadi saldo di dalam Mobile. Jadi kalau kita mengisi lagi, tinggal menggunakan saldo," tuturnya.

Tidak ada batasan berapa kali kendaraan dapat melakukan pengisian.

Pengguna dapat melakukan pengisian sesuai kebutuhan.

"Tidak terbatas. Sama seperti HP, bisa kita isi berkali-kali," ujarnya.

Selain mobil, fasilitas pengisian juga diperuntukkan bagi sepeda motor listrik.

Ia menuturkan, fasilitas pengisian kendaraan listrik juga telah tersedia di sejumlah lokasi lain di Kukar, seperti di Kecamatan Sebulu dan kawasan Pujasera Tenggarong.

Namun, beberapa fasilitas masih dalam tahap penyesuaian teknis.

"Ada beberapa titik. Cuma masih belum ter-setting dengan baik, kadang masih error," ucapnya.

Ia menjelaskan pengaturan teknis sejumlah fasilitas tersebut masih ditangani PLN Icon Plus.

Ke depan, pengembangan SPKLU akan menyesuaikan dengan pertumbuhan pengguna kendaraan listrik di Kukar.

Menurutnya, saat ini pengguna kendaraan listrik mulai terlihat semakin banyak.

Bahkan, SPKLU Tenggarong diperkirakan dapat melayani beberapa kendaraan dalam sehari.

"Pengguna mobil listrik kan hampir setiap hari. Mungkin sehari itu bisa 5 kali yang balik mengisi," katanya.

Namun, ia mengingatkan pengisian kendaraan listrik memang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan mengisi bahan bakar kendaraan konvensional.

"Pengisiannya mereka harus menunggu lama, tidak secepat bensin. Mungkin satu jam atau dua jam paling cepat," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga Tenggarong, Rian Pramana menyambut baik kehadiran SPKLU tersebut.

Menurutnya, fasilitas ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik, terutama saat membutuhkan pengisian daya di perjalanan.

"Menurut saya ini sangat membantu, apalagi sekarang kendaraan listrik mulai banyak digunakan. Jadi tidak perlu khawatir mencari tempat untuk mengisi daya. Apalagi SPKLU ini buka 24 jam," katanya.

Ke depan, ia berharap jumlah SPKLU semakin banyak dan pelayanannya juga semakin baik.

"Kalau SPKLU mudah ditemukan, tentu masyarakat akan semakin yakin menggunakan kendaraan listrik," tuturnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top