
Potret kemeriahan HUT SMAN 17 Samarinda, Sabtu (15/08/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Memasuki usia dua dekade, SMA Negeri 17 Samarinda menjadikan peringatan HUT ke-20 sebagai momentum memperkuat kebersamaan, sekaligus mendorong murid untuk terus mencetak prestasi.
Mengusung tema “Melangkah Bersama, Satu Rasa dan Sejuta Karya”, rangkaian kegiatan tidak hanya melibatkan murid dan guru, tetapi juga peserta dari luar sekolah.
Kepala SMA Negeri 17 Samarinda, Sudarto mengatakan, tema tersebut mencerminkan semangat sekolah untuk meneruskan capaian generasi sebelumnya dan mengembangkannya melalui kreativitas murid.
“Paling tidak kita selalu terinspirasi dengan apa yang sudah kita dapatkan dari generasi yang lama ke generasi baru untuk meningkatkan apa-apa yang sudah disukseskan dahulu dan dikembangkan ke berikutnya untuk inovasi dan kreativitas,” ujar Sudarto, Sabtu (15/8/2026).
Berbagai perlombaan telah digelar sejak Senin.
Kegiatan ini meliputi video sinematik, ranking satu, poster digital, bola beracun, paduan suara, makan kerupuk, karaoke vokal solo hingga jalan sehat.
Bahkan, beberapa perlombaan dibuka untuk peserta dari luar SMA Negeri 17 Samarinda.
Antusiasme datang dari sejumlah sekolah, termasuk peserta asal Balikpapan.
“Peminatnya ada dari Balikpapan, ada dari MAN. Jadi tidak hanya dari sekolah kita,” katanya.
Menurut Sudarto, HUT ke-20 tahun ini menjadi lebih istimewa karena sekolah dapat menggelar kegiatan di gedung sendiri.
Sebelumnya, pelaksanaan HUT masih dilakukan dengan menumpang di sekolah lain.
“Selama pelaksanaan HUT itu numpang di SD. Di sini baru ulang tahun ini yang paling meriah, ulang tahun yang ke-20,” ucapnya.
Dukungan terhadap perayaan juga datang dari para alumni.
Keterlibatan tersebut dinilai memperkuat hubungan antara sekolah dengan para lulusan yang pernah menjadi bagian dari perjalanan SMA Negeri 17 Samarinda.
Di sisi lain, momentum HUT turut menjadi ajang menunjukkan sejumlah capaian akademik murid.
Sudarto menyebutkan salah seorang muridnya berhasil diterima dan melanjutkan pendidikan di Belanda.
“Anak-anak kita ini ada yang kuliah di Belanda. Ada yang diterima di sana satu, dia sudah mengikuti proses dan sekarang sudah berangkat ke sana,” tuturnya.
Selain itu, sekitar 17 murid telah diterima di perguruan tinggi di luar Kalimantan Timur melalui jalur rapor.
Jumlah tersebut belum termasuk murid yang diterima melalui jalur mandiri.
Sejumlah lulusan lainnya juga memilih jalur pengabdian dengan melanjutkan pendidikan maupun karier melalui TNI dan Polri.
Sudarto berharap momentum tersebut dapat menjadi awal bagi sekolah untuk terus berkembang dan melahirkan generasi yang mampu membawa nama SMA Negeri 17 Samarinda semakin dikenal.
“Harapannya untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwasannya selama ini belum tahu sekolah kita itu berada di Gunung RCTI sini,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu murid kelas XI SMA Negeri 17 Samarinda, Rian Edo Saputra mengemukakan, perayaan HUT ke-20 memberikan pengalaman berbeda bagi para murid.
Menurutnya, berbagai perlombaan membuat hubungan antarmurid menjadi semakin dekat.
Selain bersaing dalam kompetisi, murid juga memiliki kesempatan untuk saling mendukung dan bekerja sama.
“Menurut saya kegiatan HUT tahun ini sangat seru karena banyak kegiatan yang bisa diikuti. Kami tidak hanya datang untuk menonton, tetapi juga ikut berpartisipasi,” kata Rian.
Ia menyebutkan sejumlah perlombaan menjadi kegiatan yang paling banyak menarik perhatian murid.
Suasana sekolah selama perayaan juga terasa lebih ramai dibandingkan hari-hari biasanya.
“Yang paling terasa itu kebersamaannya. Teman-teman dari berbagai kelas bisa berkumpul dan saling mendukung ketika ada yang mengikuti lomba,” ujarnya.
Rian juga mengapresiasi keterlibatan peserta dari luar sekolah.
Menurutnya, kehadiran peserta dari sekolah lain memberikan pengalaman baru karena murid dapat berinteraksi dengan lebih banyak orang.
“Menurut saya bagus juga kalau ada peserta dari luar sekolah, karena kami bisa bertemu teman-teman baru dan melihat kemampuan mereka dalam mengikuti perlombaan,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan konsep yang semakin beragam.
Menurut Rian, HUT sekolah bukan sekadar perayaan ulang tahun, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi murid menunjukkan kemampuan di bidang akademik maupun nonakademik.
“Semoga ke depannya, kegiatan HUT bisa semakin meriah dan lebih banyak perlombaan yang melibatkan murid. Harapannya juga semakin banyak prestasi yang bisa diraih SMA Negeri 17 Samarinda,” ucapnya. (Abi)