• Sabtu, 15 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kondisi Jalan Poros Loa Kulu-Loa Janan tepatnya di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Sabtu (15/8/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Jalan poros yang menghubungkan Loa Kulu menuju Loa Janan, tepatnya di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), amblas total pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Akibat kondisi ini, akses jalan untuk sementara ditutup demi keselamatan pengguna jalan.

Sebelumnya, kondisi jalan di lokasi tersebut sempat menjadi perhatian setelah muncul tanda-tanda amblas yang beredar di media sosial.

Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto mengatakan, saat ini kendaraan roda dua masih dapat melintas, baik dari arah Tenggarong maupun Loa Janan, namun menggunakan jalur alternatif yang disediakan.

Sedangkan kendaraan roda empat dan kendaraan berukuran besar belum diperbolehkan melintas di jalur tersebut.

"Untuk jalan alternatif nanti sedang kita pikirkan. Untuk saat ini terdapat jalan alternatif namun yang bisa melintas hanya roda dua, baik dari arah Tenggarong maupun Loa Janan, jalan tersebut melewati permukiman warga atau gang yang disediakan. Untuk roda empat dan kendaraan besar lainnya akan kita sampaikan secepatnya," ujar Hari kepada awak media.

Terkait jalur alternatif, pemerintah masih melakukan pembahasan untuk menentukan akses yang paling memungkinkan digunakan masyarakat.

Kondisi jalan alternatif yang tersedia saat ini cukup sempit sehingga membutuhkan pengaturan agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi warga sekitar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menentukan jalur alternatif yang dapat digunakan.

"Masih dibahas, prosesnya karena jalan alternatifnya sempit. Kalau dua kendaraan lewat itu tidak bisa. Oleh karena itu perlu ada pembahasan agar nantinya tidak mengganggu warga setempat," tuturnya.

Pemerintah tidak ingin terburu-buru menetapkan jalur alternatif tanpa mempertimbangkan kondisi masyarakat sekitar.

Sehingga koordinasi dengan pihak terkait diperlukan sebelum akses tersebut digunakan.

"Kami melakukan pembahasan dan berdiskusi dengan pihak lainnya agar ketika jalur itu diputuskan untuk dilewati, tidak menimbulkan masalah baru. Ini berdasarkan pengalaman sebelumnya," katanya.

Sementara itu, ruas jalan yang amblas tersebut merupakan jalan nasional yang berada dalam kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BPJN Kaltim, Dedi Junaidi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan mengenai kondisi jalan tersebut dan langsung melakukan sejumlah langkah penanganan awal.

Ia menjelaskan penanganan ruas jalan tersebut sebelumnya telah selesai dan masuk dalam tahap Final Hand Over (FHO) pada 17 Januari 2026.

"Izin, saya dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur. Saya selaku Kasatker. Ruas ini memang berada di wilayah kami," ujarnya.

Meskipun pekerjaan sebelumnya telah selesai, BPJN Kaltim kini kembali melakukan langkah penanganan menyusul kondisi jalan yang amblas.

Salah satunya dengan berkoordinasi bersama aparat setempat untuk mengatur arus lalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan.

Selain itu, BPJN Kaltim juga telah memasang kamera CCTV di sekitar lokasi untuk memantau kondisi jalan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami sudah mengupayakan. Pertama, koordinasi dengan aparat setempat terkait pengalihan arus," katanya.

BPJN Kaltim juga tengah menyiapkan langkah penanganan fungsional agar akses jalan dapat kembali digunakan.

Tim sedang melakukan mobilisasi material dan peralatan menuju lokasi.

"Insya Allah nanti minggu depan kami sudah bergerak, karena sekarang masih dalam proses pengangkutan alat ke lokasi," tutur Dedi.

Hingga saat ini, pengguna jalan diimbau agar berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Masyarakat yang menggunakan kendaraan roda empat maupun kendaraan besar diharapkan tidak memaksakan diri melintasi titik jalan yang mengalami amblas demi menghindari kecelakaan. (*Zar)



Pasang Iklan
Top