
Potret dua lokasi wisata di Kota Smaarinda, Bukit Selili (atas) dan Bukit RCTI (bawah). Jumat (14/08/2026). (Foto:Abi/KutaiRaya).
SAMARINDA,(KutaiRaya.com): Kota Samarinda memiliki sejumlah lokasi yang menarik untuk dijadikan tempat berburu fotografi, mulai dari panorama Sungai Mahakam, ruang publik perkotaan hingga kawasan perbukitan, masing-masing menawarkan karakter visual yang berbeda.
Potensi ini menjadi bagian dari geliat pariwisata Kota Samarinda.
Data evaluasi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menunjukkan pertumbuhan kunjungan wisatawan pada 2025 tercatat minus 0,48 persen, atau belum mencapai target pertumbuhan sebesar 5 persen.
Pemkot menyebut kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi kebijakan efisiensi perjalanan dinas dan berkurangnya penggunaan hotel sebagai lokasi kegiatan pemerintah.
Meskipun demikian, Samarinda masih menjadi salah satu tujuan utama perjalanan wisatawan nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim).
Data Januari hingga Oktober 2025, Samarinda menyumbang 26,96 persen perjalanan wisnus tujuan kabupaten/kota di Kaltim.
Angka tersebut menunjukkan Samarinda tetap memiliki daya tarik sebagai tujuan perjalanan, termasuk bagi masyarakat dari luar daerah.
Kondisi ini menjadi peluang untuk memperkuat promosi destinasi melalui konten visual dan fotografi.
Beberapa lokasi di Samarinda dapat dijadikan sebagai pilihan untuk konten fotografi atau videografi.
Pertama, ada Teras Samarinda. Teras Samarinda menawarkan nuansa ruang publik modern di tengah Kota Tepian.
Konsep yang diusung oleh Pwmkot Samarinda ini merupakan ruang terbuka hijau di tepian Kota Samarinda.
Jalur pedestrian, arsitektur kawasan dan aktivitas masyarakat dapat dimanfaatkan untuk fotografi portrait, street photography maupun konten media sosial.
Kedua, ada Taman Samarendah. Taman Samarendah menjadi alternatif bagi pengunjung yang menginginkan latar ruang terbuka hijau.
Pepohonan, jalur pedestrian dan berbagai elemen taman dapat digunakan sebagai komposisi foto.
Lokasinya berada di tengah-tengah Kota Samarinda.
Berikutnya ada Bukit Steling Selili. Bukit Steling Selili, di Kecamatan Smaarinda Ilir, menawarkan perspektif berbeda melalui panorama dari kawasan perbukitan yang di bawahnya mengalir Sungai Mahakam Kota Samarinda.
Lokasi ini dapat menjadi pilihan untuk fotografi landscape maupun portrait dengan latar pemandangan Kota Samarinda.
Keempat ada Tebing Lonceng. Tebing Lonceng berlokasi di Jl. Dwikora, Kecamatan Samarinda Seberang, menawarkan karakter fotografi yang lebih dekat dengan suasana alam.
Kontur kawasan dan panorama dari ketinggian memberikan pilihan komposisi untuk fotografi landscape maupun portrait, di suasana perbukitan yang asri.
Terakhir ada Mahakam Lampion Garden. Mahakam Lampion Garden pada dasarnya merupakan wisata buatan di daerah tepian Mahakam.
Tempat ini memberikan alternatif bagi pengunjung yang menyukai fotografi malam.
Lampion Garden dipenuhi dengan figura-figura, seperti bunga, hewan yang dibentuk seperti lampion.
Ornamen dan permainan pencahayaan dapat menjadi elemen visual untuk foto portrait maupun konten digital.
Fotografer Samarinda, Anin mengatakan, keberadaan berbagai ruang publik dan destinasi dengan karakter berbeda membuat fotografer memiliki banyak pilihan.
Menurutnya, kualitas foto tidak hanya ditentukan oleh lokasi, tetapi juga kemampuan fotografer membaca cahaya dan menentukan komposisi.
"Samarinda sebenarnya punya banyak lokasi yang menarik untuk fotografi. Tinggal bagaimana fotografer melihat karakter masing-masing tempat," ujarnya.
Ia menilai Teras Samarinda memiliki keunggulan karena menggabungkan panorama sungai dengan aktivitas perkotaan.
"Di Teras Samarinda kita bisa mendapatkan foto landscape, portrait maupun street photography dalam satu kawasan," katanya.
Menurutnya, wisatawan dari luar daerah juga berpotensi menjadi bagian dari promosi destinasi melalui unggahan foto dan video di media sosial.
"Sekarang wisatawan hampir selalu mengabadikan perjalanan mereka. Kalau mendapatkan spot yang menarik, biasanya langsung dibagikan ke media sosial," tuturnya.
Ia mengingatkan agar aktivitas fotografi tidak mengabaikan kebersihan maupun kelestarian kawasan.
"Jangan sampai mengejar foto bagus tetapi justru merusak fasilitas atau lingkungan. Kalau tempatnya nyaman, orang akan datang kembali," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin mengatakan, wisatawan nusantara masih menjadi pasar penting bagi pariwisata Kota Samarinda.
Ia menyebut posisi Samarinda sebagai salah satu tujuan utama perjalanan wisnus di Kaltim menjadi modal penting untuk memperkuat promosi destinasi.
"Wisatawan nusantara menjadi potensi yang sangat besar bagi Samarinda. Karena itu, destinasi yang ada perlu terus dikembangkan dan dipromosikan," ujarnya.
Menurutnya, capaian pertumbuhan kunjungan wisatawan pada 2025 menjadi evaluasi bagi pemerintah dalam menentukan strategi pengembangan pariwisata berikutnya.
"Ke depan promosi dan pengembangan destinasi harus lebih diarahkan agar kunjungan wisatawan bisa kembali meningkat," katanya.
Ia menilai destinasi yang memiliki daya tarik visual dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi promosi digital.
"Fotografi dan konten digital sekarang menjadi bagian penting dalam promosi wisata. Pengunjung bisa ikut memperkenalkan destinasi melalui pengalaman mereka," ucapnya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk menjaga destinasi yang menjadi ruang publik maupun lokasi wisata agar tetap nyaman bagi pengunjung.
"Pengembangan pariwisata bukan hanya soal mendatangkan wisatawan, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan pengalaman yang baik selama berada di Samarinda," tuturnya.
Dengan posisi Samarinda sebagai salah satu tujuan utama perjalanan wisatawan nusantara di Kaltim, pengembangan destinasi berbasis pengalaman dan visual menjadi peluang yang masih terbuka.
Lima lokasi tersebut dapat menjadi pilihan untuk mengeksplorasi wajah Kota Tepian dari sudut berbeda, sekaligus menjadi bagian dari promosi pariwisata melalui fotografi dan konten digital. (abi)