
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat memimpin peringatan Hari Pramuka ke-65 di halaman Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Gerakan Pramuka Kota Balikpapan didorong tidak hanya menjadi wadah kegiatan kepanduan, tetapi berkembang menjadi organisasi modern yang mampu menjawab tantangan zaman dan ikut berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Dorongan tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat memimpin peringatan Hari Pramuka ke-65 di halaman Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026).
Rahmad menekankan setidaknya lima hal yang perlu menjadi perhatian Gerakan Pramuka Balikpapan, mulai dari transformasi organisasi, ketahanan pangan, pembentukan karakter generasi muda, peningkatan prestasi hingga optimalisasi fasilitas bumi perkemahan.
Menurutnya, transformasi organisasi menjadi kebutuhan agar Gerakan Pramuka tetap relevan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
“Manajemen kepanduan harus bertransformasi menjadi lebih modern, profesional dan tertata dengan memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak untuk menyebarkan nilai-nilai positif,” kata Rahmad.
Rahmad juga meminta anggota Pramuka mengambil peran lebih nyata dalam mendukung ketahanan pangan.
Hal ini dinilai penting karena Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia berharap anggota Pramuka tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga terlibat dalam isu-isu strategis yang dihadapi daerah. “Pentingnya peran aktif anggota Pramuka dalam mendukung swasembada dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam isu pangan dapat menjadi bagian dari pendidikan kepemimpinan sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh budaya global, Rahmad menilai pendidikan karakter menjadi salah satu kekuatan utama yang harus terus dipertahankan melalui Gerakan Pramuka.
Nilai nasionalisme, kedisiplinan, patriotisme dan budi pekerti luhur dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang tangguh.
“Pramuka harus menjadi benteng pertahanan moral bagi generasi muda di tengah arus globalisasi,” tegasnya.
Rahmad mengatakan pendidikan karakter sejak usia muda akan menjadi modal penting dalam membentuk sumber daya manusia Balikpapan ke depan.
Ia juga mengajak para orang tua dan generasi muda menjadikan Pramuka sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang memberikan pengalaman positif dan pendidikan karakter yang baik. "Kita harapkan anak-anak kita bisa mengikuti Pramuka,” katanya.
Dukungan terhadap Gerakan Pramuka juga diwujudkan melalui penyediaan fasilitas. Salah satunya lahan bumi perkemahan baru seluas 25 hektare di Kilometer 13, Balikpapan Utara.
Rahmad meminta fasilitas tersebut tidak sekadar menjadi lokasi perkemahan, tetapi dimanfaatkan sebagai pusat pembinaan generasi muda.
Lahan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk pelatihan kepemimpinan, keterampilan alam serta berbagai kegiatan kepramukaan yang produktif.
“Diminta anggota pramuka memaksimalkan pemanfaatan lahan bumi perkemahan baru seluas 25 hektare di KM 13 Balikpapan Utara sebagai pusat pelatihan kepemimpinan, keterampilan alam dan kegiatan kepramukaan yang produktif,” jelasnya.
Selain pembinaan karakter, Rahmad juga meminta Gerakan Pramuka Balikpapan mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi di tingkat regional maupun nasional.
Ia berharap organisasi kepanduan tersebut mampu terus berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi jati diri Pramuka.
Dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut, penghargaan juga diberikan kepada anggota Gerakan Pramuka yang dinilai memiliki dedikasi terhadap organisasi.
Sebanyak 31 anggota menerima penghargaan Pancawarsa Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Balikpapan. Salah satunya Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo yang menerima Lencana Pancawarsa sebagai Wakil Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Balikpapan.
Rahmad menegaskan, Pramuka memiliki posisi penting dalam membangun sumber daya manusia sejak usia muda. Nilai kesetiaan, dapat dipercaya, ketangguhan dan kedisiplinan yang diajarkan dalam Pramuka dinilai relevan untuk menghadapi tantangan generasi muda saat ini.
Peringatan Hari Pramuka yang diperingati setiap 14 Agustus pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.
Rahmad berharap momentum tersebut menjadi pengingat agar Gerakan Pramuka Balikpapan semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kota maupun bangsa. “Insya Allah Gerakan Pramuka semakin kompak dan solid, memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya. (Las)