• Sabtu, 15 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Jumat (14/8/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Antrean panjang Pertalite di sejumlah SPBU Kota Balikpapan tidak semata-mata disebabkan persoalan kuota. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menemukan pola antrean lebih banyak terjadi pada sore hari, saat pekerja mulai bergerak pulang ke rumah.

Kondisi tersebut mendorong BPH Migas bersama Pemerintah Kota Balikpapan, Pertamina dan Forkopimda menyiapkan skema baru untuk memecah konsentrasi pembelian BBM bersubsidi yang selama ini menumpuk di sejumlah SPBU di tengah kota.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di lapangan sekaligus mengevaluasi lokasi SPBU yang saat ini tersedia.

“Lebih dominan situasi antrean terjadi di sore hari. Kalau pagi hari sejauh ini normal, kemudian siang sedikit antrean. Namun sorenya, pada saat masyarakat yang bekerja di Kota Balikpapan akan balik kembali ke rumah, itu selalu singgah untuk beli BBM Pertalite,” kata Wahyudi, usai Rapat Koordinasi di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada hari Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, pola tersebut menunjukkan perlunya mengubah titik pelayanan agar masyarakat tidak perlu masuk ke pusat kota hanya untuk membeli Pertalite.

BPH Migas telah mengevaluasi kondisi geografis dan titik-titik SPBU yang sudah ada. Hasilnya, lima titik dinilai strategis untuk membantu mengurai kepadatan antrean.

Dua titik berada di Balikpapan Timur, yakni kawasan Teritip dan Batakan. Titik tersebut diharapkan melayani masyarakat Balikpapan Timur yang selama ini membeli Pertalite di kawasan pusat kota.

“Semoga masyarakat yang di sana yang tadinya menggunakan fasilitas pembelian BBM di tengah kota itu sudah pindah. Bisa difasilitasi pagi mau berangkat atau pulang, pas pulang kerja untuk tinggal di sana. Nggak perlu ikut antre di dalam kota,” ujarnya.

Sementara itu, masyarakat dari arah utara akan diarahkan ke titik layanan di kawasan Grand City dan Majesty. Adapun dari wilayah barat, layanan tambahan disiapkan di Kebun Sayur.

Wahyudi mengatakan lima titik tersebut dipilih karena berada di jalur yang dinilai strategis sebelum kendaraan memasuki poros utama pusat kota. “Lima titik ini cukup strategis sebelum poros masuk dalam kota,” jelasnya.

Dari hasil pemantauan BPH Migas, antrean Pertalite saat ini didominasi kendaraan roda dua. Wahyudi memperkirakan sekitar 90 persen kendaraan yang mengantre merupakan sepeda motor.

Kepadatan sepeda motor tersebut kemudian ikut menghambat kendaraan roda empat yang berada di belakangnya. “Kalau kita lihat itu hampir 90 persen itu roda dua. Kalau roda empat itu karena ikut ngantre di roda dua,” ungkapnya.

Menurut Wahyudi, kondisi tersebut membuat panjang antrean terlihat semakin signifikan, terutama ketika kendaraan mulai memasuki pintu masuk SPBU.

Karena itu, pembukaan titik layanan di sejumlah wilayah dinilai menjadi salah satu solusi untuk membagi arus pembelian Pertalite berdasarkan lokasi tempat tinggal dan jalur perjalanan masyarakat.

Di tengah kekhawatiran masyarakat mengenai antrean panjang, Wahyudi memastikan kuota Pertalite untuk Balikpapan masih mencukupi.
“Kalau masalah kuota, insyaAllah ini cukup,” tegasnya.

Namun, BPH Migas tetap membuka kemungkinan melakukan penyesuaian apabila kebutuhan masyarakat mengalami perubahan signifikan hingga akhir tahun.

Menurut Wahyudi, kebutuhan kuota bersifat dinamis karena dipengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat. Salah satu faktor yang ikut memengaruhi adalah pergeseran konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.

“Kalau masalah kuota itu semua bergerak, karena ini sesuai dengan kebutuhan dinamika masyarakat,” katanya.

BPH Migas, lanjutnya, akan terus melakukan simulasi dan evaluasi agar pelayanan BBM bersubsidi di Balikpapan tetap terjaga hingga akhir tahun.

Wahyudi mengatakan pihaknya belum menetapkan angka tambahan kuota tertentu karena kebutuhan konsumsi masyarakat masih dapat berubah. “Kalau kita ngomong A, nanti belum tentu akhir tahun A, nanti salah lagi kita,” ujarnya.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud menyambut langkah BPH Migas tersebut. Ia meminta masyarakat tidak panik karena pemerintah memastikan kuota BBM untuk Balikpapan tetap terpenuhi.

“Kita bersyukur Kepala BPH Migas langsung hadir di sini memberikan penyampaian bahwa enggak usah khawatir, kuota BBM untuk di Kota Balikpapan akan terpenuhi,” kata Rahmad.

Menurutnya, antrean panjang yang terjadi lebih dipengaruhi distribusi layanan Pertalite yang belum merata. Sejumlah SPBU yang sebelumnya tidak menyalurkan BBM bersubsidi membuat konsentrasi pembelian berpindah ke titik tertentu.

“Antrean panjang ini mungkin ada disebabkan teknis saja. Karena ada beberapa titik SPBU yang tidak menyalurkan Pertalite,” ujarnya.

Rahmad berharap pembukaan titik layanan tambahan dapat dilakukan secepatnya, terutama untuk kendaraan roda dua. Pertamina tinggal menindaklanjuti kesiapan SPBU setelah memperoleh izin dari BPH Migas. “Secepatnya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa tersalurkan,” katanya.

Dengan penyebaran layanan ke Balikpapan Timur, kawasan utara hingga barat, Pemkot berharap masyarakat tidak lagi bertumpu pada beberapa SPBU di pusat kota. “Jadi tidak ngantre di satu beberapa titik saja,” pungkas Rahmad.

Langkah tersebut diharapkan bukan hanya memendekkan antrean Pertalite, tetapi juga membuat pola distribusi BBM bersubsidi lebih sesuai dengan pergerakan masyarakat Balikpapan. (Las)



Pasang Iklan
Top