• Kamis, 03 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Berau



Foto bersama disela sela kegiatan peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.(Wahyu/KutaiRaya)

BERAU,(KutaiRaya.com): Pemkab Berau kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Ballroom Lantai 2 Hotel Mercure Tanjung Redeb, Kamis (6/8), menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menekankan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, makna sesungguhnya terletak pada aksi nyata yang dilakukan setiap individu sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

"Sekecil apa pun aksi yang kita lakukan akan memberikan dampak positif. Mari menjadi teladan dan pelopor dalam menjaga lingkungan di mana pun kita berada," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sri mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau, khususnya sektor pertambangan, perkebunan, dan perbankan, untuk memperkuat kontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Ia berharap dukungan tersebut diarahkan pada rehabilitasi lingkungan, pengelolaan sampah, penyediaan sarana kebersihan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan perusahaan di Berau tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah daerah, Bupati mengapresiasi berbagai bentuk dukungan yang telah hadir, termasuk program dana karbon yang telah diterima oleh 77 kampung dan dua kelurahan di Kabupaten Berau. Program tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga tutupan hutan sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.

Sri Juniarsih juga menyoroti pentingnya pengelolaan lahan pascatambang agar dapat dikembalikan menjadi kawasan yang produktif dan ramah lingkungan melalui sinergi antara perusahaan dan perangkat daerah terkait.

Selain itu, pengembangan sektor pariwisata juga menjadi perhatian. Menurutnya, keberhasilan destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga dipengaruhi kebersihan lingkungan, penguatan ekonomi kreatif, serta keterlibatan UMKM.

Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah diminta kembali menghidupkan penerapan prinsip Sapta Pesona di setiap destinasi wisata.

Persoalan sampah menjadi salah satu isu utama yang mendapat perhatian dalam peringatan tersebut. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah di Kabupaten Berau mencapai 54.568 ton, sementara tingkat pengelolaannya baru mencapai 27,67 persen.

Kondisi tersebut, menurut Sri, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia memberikan apresiasi kepada para petugas kebersihan dan pertamanan yang selama ini bekerja menjaga kebersihan kota, namun mengakui jumlah personel yang tersedia masih belum sebanding dengan luas wilayah dan meningkatnya aktivitas masyarakat maupun kunjungan wisatawan.

Sebagai langkah penguatan, Bupati menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk menambah titik bak sampah di jalur-jalur strategis, terutama menuju kawasan wisata.

Selain itu, pemasangan kamera pengawas (CCTV) di lokasi rawan pembuangan sampah liar juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memberikan efek jera bagi pelanggar.

Pemkab Berau juga terus mendorong optimalisasi pengelolaan sampah melalui fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang telah diterima Pulau Derawan dari WWF. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat dikembangkan di wilayah lainnya.

Dalam upaya membangun budaya peduli lingkungan sejak dini, Sri Juniarsih mengajak seluruh sekolah, khususnya sekolah Adiwiyata, untuk terus mengedukasi peserta didik mengenai pentingnya memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi tersebut dinilai perlu dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.

Ia juga mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi kompos maupun biopori, sementara sampah anorganik seperti botol plastik dapat diolah kembali melalui dukungan peralatan dari program CSR perusahaan agar memiliki nilai ekonomi.

Mengakhiri sambutannya, Sri Juniarsih mengajak seluruh masyarakat menjadikan Kabupaten Berau sebagai rumah bersama yang harus dijaga kelestariannya.

"Mari kita jadikan Berau sebagai daerah yang bersih, nyaman, indah, dan lestari. Tanggung jawab menjaga lingkungan bukan hanya milik pemerintah, tetapi menjadi kewajiban kita bersama demi masa depan generasi yang akan datang," pungkasnya. (bul/adv)



Pasang Iklan
Top