
Bupati Berau Sri Juniarsih saat menggelar pertemuan bersama jajaran manajemen PT Pertamina di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026).
TANJUNG REDEB, (KutaiRaya.com): Persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, meminta adanya langkah konkret untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi tanpa menimbulkan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Hal itu disampaikan Sri Juniarsih saat menggelar pertemuan bersama jajaran manajemen PT Pertamina di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026).
Pertemuan tersebut membahas evaluasi kondisi distribusi BBM sekaligus mencari solusi atas keluhan masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar yang masih belum stabil.
Dalam pertemuan itu, Bupati Sri menyoroti sejumlah kendala yang terjadi di lapangan, mulai dari stok BBM yang kosong di beberapa SPBU hingga antrean kendaraan yang dapat berlangsung cukup lama.
Lanjutnya, kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun sektor ekonomi yang bergantung pada kelancaran mobilitas.
Menurut Sri, kebutuhan BBM di Berau terus mengalami peningkatan. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga karena posisi Berau yang menjadi jalur perlintasan kendaraan dari berbagai wilayah.
“Berau terus berkembang, aktivitas masyarakat dan pergerakan kendaraan juga semakin meningkat. Karena itu, kebutuhan BBM harus menjadi perhatian bersama agar ketersediaannya tetap terjaga,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Berau juga menyampaikan usulan kepada Pertamina agar mempertimbangkan penambahan kuota BBM untuk daerah.
Dikatakan Sri, penambahan pasokan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menyesuaikan antara kebutuhan riil masyarakat dengan distribusi yang tersedia saat ini.
Selain persoalan kuota, Bupati Sri juga menekankan pentingnya pembenahan sistem distribusi hingga tingkat SPBU.
Menurutnya juga, ketersediaan BBM harus dibarengi dengan pengawasan agar penyalurannya berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
“Pengawasan harus diperkuat bersama. Kita ingin memastikan distribusi BBM berjalan baik dan masyarakat mendapatkan pelayanan yang sesuai,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemkab Berau selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memperkuat pengawasan di lapangan. Langkah ini dilakukan agar potensi kendala distribusi dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berdampak lebih luas.
“Koordinasi bersama Pertamina kita harapkan persoalan antrean dan kelangkaan BBM yang masih terjadi dapat segera menemukan solusi, sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara lebih optimal,” tandasnya. (Adv/Bul)