• Minggu, 26 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Penampilan Petala Borneo di IDEF 2026 Yogyakarta, Sabtu (25/7/2026).(Foto: Dok. Petala Borneo)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Musik tradisi khas Kutai Kartanegara (Kukar) bergema di panggung nasional.

Grup musik Petala Borneo sukses mencuri perhatian penonton saat tampil dalam International Djogja Earthsounds Fest (IDEF) 2026 di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Tak hanya membawakan karya, mereka juga memperkenalkan tradisi Erau kepada ratusan penonton dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Penampilan yang berlangsung pada Kamis malam (23/7/2026) itu menjadi momen istimewa bagi grup asal Kukar tersebut.

Melalui lagu penutup berjudul Menjaga Adat, Petala Borneo mengajak publik untuk mengenal sekaligus menghadiri Festival Erau yang dijadwalkan berlangsung di Kukar pada September mendatang.

Personel Petala Borneo, Achmad Fauzi, mengaku sebelum tampil semangat mereka sempat menurun akibat cuaca yang kurang bersahabat.

Hujan yang mengguyur kawasan acara membuat para personel khawatir penampilan mereka tidak mendapat respons maksimal.

"Kami sempat cukup down karena cuaca. Ada rasa khawatir karena kondisi malam itu kurang mendukung," ujarnya.

Namun kekhawatiran itu tak berlangsung lama.

Begitu alunan musik tradisional Kalimantan Timur mulai dimainkan, suasana berubah.

Penonton yang sebelumnya berteduh perlahan mendekat ke area panggung, bahkan ikut bergoyang mengikuti irama sejak lagu pertama dimainkan.

"Ketika kami membawa bunyi-bunyian khas Kalimantan Timur, mereka bisa menari bersama. Itu menjadi bentuk apresiasi yang luar biasa bagi kami, karena mereka menerima karya dan warna musik yang kami bawa," katanya.

Puncak penampilan terjadi saat Petala Borneo membawakan lagu Menjaga Adat.

Lagu yang didedikasikan untuk tradisi Erau itu menjadi penutup, sekaligus media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kukar kepada penonton.

Dari atas panggung, ia mengajak masyarakat mengenal Erau dan mengundang mereka datang langsung ke Kukar untuk menyaksikan pesta adat tersebut.

"Malam ini menjadi salah satu langkah kami menuju Erau. Kami ingin mengabarkan bahwa Kutai Kartanegara memiliki pesta adat yang luar biasa dan kami mengajak teman-teman yang hadir untuk datang ke Erau nanti," tuturnya.

Ia mengaku senang dan terharu. "Ini adalah mimpi kami. Semoga ini menjadi jembatan dan pintu utama bagi kami untuk terus melangkah menuju panggung dunia," ucapnya.

International Djogja Earthsounds Fest (IDEF) 2026 sendiri merupakan festival musik lintas tradisi yang mempertemukan musisi, komunitas seni, serta institusi pendidikan dari berbagai daerah dan sejumlah negara.

Tahun ini festival mengusung tema Sacred Sounds, Shared Earth dan berlangsung pada 23-25 Juli 2026 di ISI Yogyakarta.

Bagi Petala Borneo, keikutsertaan dalam festival tersebut bukan sekadar tampil di atas panggung, tetapi juga menjadi kesempatan menunjukkan bahwa karya dan budaya dari Kukar mampu diterima di tingkat nasional, bahkan internasional.

"Malam ini kami ingin menunjukkan bahwa kami ada. Putra-putri Kutai Kartanegara ada, bunyi-bunyian kami ada, dan anak-anak mudanya mampu bersaing di panggung nasional maupun internasional," ujarnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top