• Kamis, 03 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Berau



Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat menghadiri forum kolaborasi pengembangan Kopi Liberika Kalimantan Timur yang digagas Yayasan Sekolah Tanah Indonesia di Kampung Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur, Jumat (25/7/26).


BERAU, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Berau terus membuka ruang kolaborasi dalam mengembangkan potensi komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya melalui penguatan pengembangan Kopi Liberika, yang dinilai memiliki prospek besar sebagai identitas baru sektor pertanian sekaligus penopang ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat menghadiri forum kolaborasi pengembangan Kopi Liberika Kalimantan Timur yang digagas Yayasan Sekolah Tanah Indonesia di Kampung Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur, Jumat (25/7/26).

Menurut Gamalis, kehadiran berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, petani, akademisi, pelaku usaha, komunitas hingga media menjadi modal penting untuk membangun ekosistem kopi yang berkelanjutan.

“Kegiatan seperti ini menjadi wadah yang sangat baik untuk menyatukan ide, pengalaman, dan komitmen bersama dalam mengembangkan kopi lokal. Yang dibangun bukan hanya produknya, tetapi juga ekosistemnya agar memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sebelum membuka diskusi, Gamalis berkesempatan mencicipi seduhan Kopi Liberika khas Berau. Ia menilai cita rasa kopi lokal tersebut memiliki karakter yang unik dan berpotensi menjadi daya tarik tersendiri apabila dikembangkan secara serius.

Namun, menurutnya, kualitas secangkir kopi tidak lahir begitu saja. Di balik setiap hasil panen terdapat proses panjang yang dijalani para petani dengan penuh ketekunan, mulai dari penanaman, perawatan hingga pengolahan pascapanen.

Ia pun mengapresiasi dedikasi para petani lokal, salah satunya Helmina, yang telah mengembangkan budidaya kopi sejak 1989 dan tetap konsisten menjaga kualitas hasil produksi hingga sekarang.

Lebih jauh, Gamalis menilai pengembangan Kopi Liberika harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi daerah. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, komoditas ini juga memiliki potensi mendukung pembangunan desa, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memperluas sumber pertumbuhan ekonomi di luar sektor unggulan yang telah ada.

Kabupaten Berau, lanjutnya, selama ini dikenal memiliki kekuatan di sektor pertambangan, perkebunan, perikanan, dan pariwisata. Karena itu, pengembangan komoditas pertanian bernilai tambah seperti kopi menjadi bagian dari upaya diversifikasi ekonomi agar lebih tangguh dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau memandang perlu adanya pengembangan dari hulu hingga hilir. Mulai dari penyediaan bibit unggul, pendampingan budidaya kepada petani, peningkatan kualitas pengolahan pascapanen, penguatan kelembagaan, pembangunan merek Kopi Liberika Berau, hingga perluasan akses pasar melalui promosi yang berkesinambungan.

“Kalau seluruh rantai ini bisa berjalan bersama, saya optimistis Kopi Liberika Berau akan memiliki daya saing yang semakin kuat, tidak hanya di Kalimantan Timur tetapi juga di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Gamalis berharap sinergi yang telah terbangun bersama Yayasan Sekolah Tanah Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus berlanjut.

“Melalui kolaborasi yang berkesinambungan, Kopi Liberika kita harapkan mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah yang memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus memperkuat identitas Berau sebagai daerah penghasil kopi berkualitas,” tandasnya. (Adv/Bul)



Pasang Iklan
Top