• Kamis, 03 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Berau



Wakil Bupati Berau, Gamalis bersama Utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito saat mengunjungi objek wisata Air Panas Pemapak di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Senin (20/7/26).


BERAU, (KutaiRaya.com): Komitmen Pemkab Berau dalam mengembangkan sektor pariwisata terus diperkuat. Salah satunya melalui kunjungan Wakil Bupati Berau, Gamalis, bersama Utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, ke objek wisata Air Panas Pemapak di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Senin (20/7/26) kemarin.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata unggulan yang dimiliki Bumi Batiwakkal kepada mitra internasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk pengembangan destinasi yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan Air Panas Pemapak merupakan salah satu aset wisata alam yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan. Dengan dukungan investasi dan sinergi berbagai pihak, destinasi ini diyakini mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Menurutnya, Kabupaten Berau masih memiliki banyak potensi wisata yang belum tergarap secara maksimal. Karena itu, pemerintah daerah terus membuka peluang kerja sama dengan investor maupun mitra strategis guna mempercepat pembangunan sektor pariwisata.

“Potensi investasi di Berau sangat terbuka. Masih banyak potensi yang bisa dimaksimalkan, terutama di sektor pariwisata. Kami berharap semakin banyak kolaborasi dan investasi yang masuk sehingga pengembangan destinasi wisata dapat berjalan lebih optimal,” ungkap Gamalis.

Ia menegaskan, arah pembangunan pariwisata Berau tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada terciptanya manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan destinasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, melihat Air Panas Pemapak memiliki keunggulan yang dapat menjadi daya tarik wisata jika dikembangkan dengan konsep yang tepat.

Menurutnya, kekuatan sebuah destinasi tidak hanya terletak pada panorama alam, tetapi juga pada cerita dan identitas budaya yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

“Setiap destinasi harus memiliki cerita. Ketika wisata memiliki narasi yang kuat, wisatawan akan penasaran untuk datang dan bahkan kembali lagi. Kearifan lokal yang dimiliki masyarakat di sekitar kawasan ini harus menjadi bagian dari pengalaman wisata,” ungkapnya.

Nico juga menyarankan agar pengembangan Air Panas Pemapak mengedepankan konsep experience tourism dengan menghadirkan aktivitas yang melibatkan budaya lokal, tradisi masyarakat, hingga atraksi pendukung yang mampu menarik wisatawan sepanjang tahun.

Ia optimistis, melalui pengelolaan yang profesional dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, Air Panas Pemapak dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan Berau yang dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di pasar internasional.

Sejalan dengan visi pembangunan daerah, Pemkab Berau terus mendorong lahirnya destinasi wisata yang berkualitas, berkelanjutan, serta mampu menjadi penggerak ekonomi lokal. Air Panas Pemapak pun dipandang sebagai salah satu potensi strategis yang dapat memperkuat posisi Berau sebagai daerah tujuan wisata unggulan di Kalimantan Timur. (Adv/Bul)



Pasang Iklan
Top