• Minggu, 19 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Foto bersama Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listiyono dan Ketua KONI Kaltim, H. Anderiy Syachrum.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Upaya memperkuat tata kelola keuangan di lingkungan cabang olahraga (cabor) mulai dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan aplikasi digital untuk mengelola sekaligus memantau penggunaan anggaran dana hibah pembinaan olahraga agar lebih transparan dan akuntabel.

Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listiyono, mengatakan pengembangan aplikasi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua KONI Kaltim, H. Anderiy Syachrum, yang menginginkan sistem pengelolaan keuangan organisasi semakin terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Ketua Umum meminta agar seluruh proses pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan akuntabel. Dana yang dikelola KONI juga menjadi objek pemeriksaan lembaga yang berwenang, sehingga setiap penggunaannya harus terdokumentasi dengan baik," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, aplikasi itu saat ini masih dalam tahap pengembangan bersama tim internal KONI Kaltim. Setelah selesai dan resmi diluncurkan, sistem tersebut akan menjadi salah satu instrumen utama dalam pembenahan tata kelola organisasi, khususnya pengelolaan anggaran pembinaan cabang olahraga.

"Pengembangannya masih berjalan bersama tim. Setelah siap, aplikasi ini akan kami luncurkan kepada seluruh cabang olahraga. Prosesnya memang membutuhkan waktu karena kami ingin sistem yang dibangun benar-benar mampu mendukung pengelolaan anggaran secara tepat sasaran," katanya.

Melalui aplikasi tersebut, setiap cabang olahraga nantinya dapat mengelola sekaligus memantau penggunaan anggarannya secara mandiri. Sistem juga dirancang memiliki fungsi pengawasan sehingga potensi penyimpangan penggunaan dana dapat diketahui lebih awal.

"Harapannya, jika ada penggunaan anggaran yang tidak sesuai, sistem bisa mendeteksinya sejak dini. Dengan begitu, KONI dapat segera melakukan evaluasi serta menerapkan mekanisme penghargaan maupun sanksi sesuai hasil pengawasan," jelas Nidya.

Sementara itu, Ketua KONI Kaltim, H. Anderiy Syachrum, menegaskan digitalisasi pengelolaan anggaran menjadi bagian dari komitmen kepengurusan baru agar membangun organisasi yang lebih profesional. Menurutnya, transparansi penggunaan dana pembinaan akan meningkatkan kepercayaan seluruh insan olahraga terhadap pengelolaan KONI.

"Pemanfaatan sistem digital merupakan langkah penting agar pengelolaan anggaran lebih terbuka dan profesional. Kami ingin memastikan dana pembinaan benar-benar digunakan sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga," ujarnya.

Ia menambahkan, aplikasi tersebut nantinya tidak hanya dapat diakses pengurus KONI, tetapi juga pengurus cabang olahraga, atlet, dan pelatih. Meski demikian, akses data tetap dibatasi sehingga setiap cabang olahraga hanya dapat melihat laporan keuangan miliknya sendiri.

"Melalui aplikasi ini, atlet maupun pelatih dapat mengetahui besaran bantuan yang diterima cabornya dan penggunaannya. Namun aksesnya bersifat terbatas, sehingga setiap cabang olahraga hanya bisa memantau data keuangannya sendiri tanpa dapat melihat informasi milik cabor lain," pungkas Anderiy. (*Yud)



Pasang Iklan
Top