• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ilustrasi pintu air anak sungai Mahakam.(Foto: AI)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Upaya pengendalian banjir di Kota Samarinda dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan pintu air utama. Komisi III DPRD Samarinda mengusulkan agar pemerintah juga membangun pintu-pintu air berukuran kecil di sejumlah anak sungai yang terhubung dengan Sungai Mahakam.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Moh Yusrul Hana, mengatakan pembangunan pintu air skala kecil dinilai mampu mengurangi potensi genangan yang kerap muncul saat debit Sungai Mahakam mengalami pasang, meskipun tidak terjadi hujan di wilayah kota.

"Ke depan kami berharap tidak hanya ada pintu air besar, tetapi juga pintu-pintu air kecil di anak-anak sungai yang ada di Samarinda," ujar Yusrul, Selasa (14/7/26).

Menurutnya, beberapa kawasan yang berada di sekitar anak sungai menjadi lokasi yang sering terdampak luapan air akibat pasang Sungai Mahakam. Salah satu contohnya berada di kawasan Pasar Pagi hingga Teras Samarinda yang memiliki saluran air bermuara langsung ke sungai utama tersebut.

Selain itu, kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah titik lain, seperti kawasan Jalan Panglima Batur hingga Citra Niaga. Saat permukaan Sungai Mahakam meningkat, air dapat mengalir kembali ke dalam drainase sehingga menyebabkan genangan di kawasan permukiman maupun pusat aktivitas masyarakat.

"Ketika Mahakam pasang, air justru masuk kembali ke saluran sehingga memicu banjir. Dengan pintu air kecil, kondisi seperti itu diharapkan bisa dikurangi," katanya.

Ia berharap, gagasan pembangunan pintu air skala kecil tersebut dapat masuk dalam rencana pengendalian banjir terpadu yang tengah disusun Pemerintah Kota Samarinda bersama pemerintah pusat, sehingga penanganan banjir dapat dilakukan lebih menyeluruh hingga ke jaringan anak sungai. (*Yud)



Pasang Iklan
Top