• Sabtu, 11 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara, Tri Joko Kuncoro, Kamis (9/7/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Maraknya sampah berserakan di sejumlah tempat umum, termasuk di Taman Tanjung, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) beberapa waktu lalu, sempat menjadi perbincangan masyarakat.

Bahkan, kondisi ini sempat viral di media sosial karena dinilai mencoreng wajah ruang terbuka yang menjadi salah satu destinasi favorit warga, namun tak hanya di Taman Tanjung, tempat umum lainnya tidak menutup kemungkinan terjadi hal yang serupa.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Tri Joko Kuncoro, menilai persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan fasilitas yang tersedia, tetapi juga berawal dari rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Kalau melihat kondisi di lapangan, memang kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang," ujarnya kepada KutaiRaya.com, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan pengelolaan kebersihan di setiap fasilitas umum memiliki kewenangan tersendiri.

Khusus untuk Taman Tanjung, tanggung jawab pemeliharaan dan pembersihan berada di bawah Dinas Pariwisata.

"Di Taman Tanjung kami sudah membantu menyediakan bak sampah besar dengan 3 jenis warna, sekaligus pengangkutan sampahnya," ujarnya.

Meskipun begitu, ia mengaku prihatin karena masih banyak fasilitas umum yang dipenuhi sampah sehingga mengurangi nilai estetika dan kenyamanan masyarakat.

"Kami sangat prihatin ketika melihat fasilitas publik kondisinya kotor, penuh sampah, dan tidak enak dipandang. Padahal tempat-tempat itu milik kita bersama," katanya.

Maka itu, DLHK mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan memulai dari langkah paling sederhana, yakni membuang sampah pada tempatnya.

"Setelah itu, baru kita belajar membuang sampah pada waktu yang tepat, kemudian memilah sampah sesuai jenisnya. Kalau kesadaran itu terus meningkat, kita bisa sampai pada tahap mengolah sampah hingga memiliki nilai ekonomi," ucapnya.

Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan keberadaan bank sampah yang telah terbentuk di berbagai tempat sebagai solusi pengelolaan sampah dari lingkungan masing-masing.

"Kalau semua masyarakat memiliki kesadaran membuang sampah pada tempatnya, saya yakin ruang-ruang publik di Kukar akan tetap bersih, nyaman, dan indah untuk dinikmati bersama," tuturnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top