• Jum'at, 10 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Berau



Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten Berau, Kamis (9/7/26).


BERAU, (KutaiRaya.com): Komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter religius kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten Berau.

Kegiatan yang dipusatkan di Arena Utama MTQ, halaman Masjid Baiturrahman, Kecamatan Talisayan, resmi dibuka oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, Kamis (9/7/26).

Pembukaan ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Bupati Berau didampingi Wakil Ketua DPRD Berau, unsur Forkopimda, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Berau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau, serta Camat Talisayan.

Momentum tersebut menjadi awal pelaksanaan MTQ yang akan berlangsung selama lima hari dengan melibatkan 738 peserta dan ofisial dari 13 kecamatan se-Kabupaten Berau.

Dalam sambutannya, Bupati Sri menegaskan bahwa MTQ merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah daerah untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Menurutnya, ajang ini tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi wahana pembinaan karakter, mental, dan spiritual umat.

“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sarana strategis dalam membangun mental dan spiritual masyarakat melalui penanaman nilai-nilai Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan daerah tidak cukup hanya diwujudkan melalui infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan moral serta akhlak masyarakat.

Karena itu, Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi landasan membentuk generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.

“Generasi penerus di masa depan harus tumbuh seimbang dengan ajaran Al-Qur’an. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, kita akan mampu memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, serta membangun Kabupaten Berau yang semakin maju dan sejahtera,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan, termasuk pelaksanaan MTQ yang menjadi agenda pembinaan rutin bagi qari dan qariah di daerah.

Sri juga mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai momentum memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur’an, bukan semata mengejar gelar juara.

Kepada dewan hakim, ia berpesan agar menjaga objektivitas, profesionalisme, dan integritas sehingga seluruh proses penilaian berjalan adil dan berkualitas.

Di sisi lain, Bupati turut mendorong Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), para ustaz, dan ustazah agar terus memperkuat pembinaan melalui pelatihan yang berkelanjutan serta evaluasi secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas kafilah Berau hingga mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.

“Yang lebih utama dari MTQ adalah syiar Islam. Menanamkan nilai Al-Qur’an sejak dini hingga dewasa agar menjadi bagian dari kepribadian sehari-hari,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke-56, mulai dari Pemerintah Kecamatan Talisayan, panitia pelaksana, LPTQ Berau, dewan hakim, pelatih, peserta, hingga para pendamping.

“Mudah-mudahan seluruh kerja keras yang diberikan menjadi amal jariyah dan mendapat ridha Allah SWT,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Talisayan Mutmainah menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Kecamatan Talisayan sebagai tuan rumah MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Berau. Menurutnya, amanah tersebut menjadi motivasi untuk menghadirkan penyelenggaraan MTQ yang sukses sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Berau.

“Kepercayaan ini merupakan kehormatan bagi kami. Semoga MTQ menjadi momentum memperkuat pembinaan generasi Qur’ani dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam mewujudkan masyarakat Berau yang religius, berkarakter, dan berbudi luhur,” ujarnya.

MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Berau mempertandingkan enam cabang lomba, yakni Tilawah Al-Qur’an golongan anak-anak, remaja, dan dewasa, Qira’at Sab’ah, Tahfiz Al-Qur’an 1 juz, 5 juz, dan tartil, Musabaqah Khat Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an. (Adv/Bul)



Pasang Iklan
Top