
Kunjungan Tim Verifikator Geopark Nasional bersama tim observer yang melaksanakan verifikasi lapangan ke sejumlah geosite di Kabupaten Berau, Rabu (8/7/2026).
BERAU, (KutaiRaya.com): Komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam menjaga sekaligus mengangkat potensi warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya kembali ditunjukkan melalui dukungan penuh terhadap proses penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional.
Tahapan penting tersebut ditandai dengan kunjungan Tim Verifikator Geopark Nasional bersama tim observer yang melaksanakan verifikasi lapangan ke sejumlah geosite di Kabupaten Berau, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penilaian akhir sebelum kawasan Sangkulirang-Mangkalihat memperoleh pengakuan sebagai Geopark Nasional.
Kedatangan rombongan disambut langsung Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, di Rest Area Dumaring, Pondok Kerja LPHD Pangalima Jerrung, Kecamatan Batu Putih. Kehadiran tim verifikator menjadi momentum strategis untuk memperlihatkan secara langsung kekayaan bentang alam dan potensi kawasan yang dimiliki Berau.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Said menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Berau bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung seluruh tahapan penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional.
Menurutnya, proses verifikasi lapangan bukan sekadar agenda penilaian, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, hingga warisan budaya yang menjadi identitas kawasan Sangkulirang-Mangkalihat.
“Verifikasi lapangan ini menjadi salah satu tahapan yang sangat menentukan. Pemerintah Kabupaten Berau bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen mendukung penuh proses penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perjalanan pengusulan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat telah dimulai sejak 2019 dan melalui berbagai tahapan secara bertahap. Mulai dari inventarisasi keragaman geologi, penyusunan dokumen induk, penetapan warisan geologi, hingga pengajuan resmi sebagai Geopark Nasional.
“Hasil verifikasi lapangan ini nantinya akan menjadi salah satu dasar penilaian dalam proses penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional,” jelasnya.
Kabupaten Berau sendiri memiliki sedikitnya 15 geosite yang tersebar dari kawasan hulu, pesisir hingga kepulauan. Setiap lokasi menyimpan nilai ilmiah, edukasi, konservasi, sekaligus memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sejumlah geosite unggulan yang menjadi kebanggaan Berau di antaranya Goa Beloyot, Goa Tewet, Air Panas Pemapak, Danau Halo Tabung, Labuan Cermin, hingga bentang alam karst Sangkulirang-Mangkalihat yang dikenal sebagai salah satu kawasan karst terluas di Indonesia dengan nilai warisan geologi yang sangat tinggi.
Lebih dari sekadar pengakuan, status Geopark Nasional diharapkan menjadi penguat upaya pelestarian kawasan sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi pengembangan pariwisata berbasis konservasi.
Dampak positifnya diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, menciptakan peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar kawasan geopark.
Pemerintah Kabupaten Berau pun optimistis seluruh potensi yang dimiliki Sangkulirang-Mangkalihat dapat dinilai secara objektif oleh tim verifikator sehingga cita-cita menjadikan kawasan tersebut sebagai Geopark Nasional segera terwujud.
“Harapan kami, seluruh potensi yang dimiliki kawasan ini dapat dinilai secara objektif sehingga Geopark Sangkulirang-Mangkalihat segera ditetapkan sebagai Geopark Nasional dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Berau maupun Kalimantan Timur,” tutup Muhammad Said. (Adv/Bul)