
Sekretaris PC IPNU Kota Samarinda, Himawan. Kamis (09/07/2026).(Foto:Abi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kota Samarinda menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Samarinda dalam mengembangkan program kepelajaran dan pemberdayaan generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah gagasan strategis yang ditawarkan kepada Pemerintah Kota, mulai dari sertifikasi minat dan bakat pelajar, pencegahan radikalisme, penanganan bullying, hingga penguatan regulasi kepemudaan.
Sekretaris PC IPNU Kota Samarinda, Himawan, mengatakan pihaknya ingin membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan Pemerintah Kota Samarinda agar berbagai program yang menyentuh pelajar dapat dijalankan secara bersama.
"Agenda utama kami adalah membuka komunikasi dengan Pemerintah Kota Samarinda. Ke depan tentu akan banyak program yang bisa dikolaborasikan, khususnya yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan kepelajaran," ujar HimawanHimawan, Kamis (9/7/2026).
Saat ini, IPNU Kota Samarinda telah memiliki 6 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari total 10 kecamatan, yakni PAC Sambutan, Samarinda Ulu, Palaran, Samarinda Seberang, Samarinda Utara, dan Loa Janan Ilir. Perkembangan organisasi tersebut diharapkan menjadi modal dalam mendukung berbagai program kepemudaan dan pendidikan di Kota Samarinda.
Salah satu program yang ditawarkan adalah Sertifikasi Minat dan Bakat Pelajar yang digagas Bidang Kaderisasi IPNU.
Program tersebut bertujuan memetakan potensi, minat, dan bakat pelajar agar dapat dikembangkan sesuai kemampuan masing-masing.
"Program tersebut merupakan usulan dari Bidang Kaderisasi. Tujuannya melakukan pemetaan terhadap potensi, minat, dan bakat para pelajar sehingga mereka dapat diarahkan sesuai kemampuan yang dimiliki. Gagasan ini juga kami sampaikan kepada Bapak Wakil Wali Kota sebagai salah satu bentuk kolaborasi yang bisa dikembangkan bersama Pemerintah Kota Samarinda," jelas Himawan.
Selain itu, IPNU juga menyatakan kesiapan mendukung Program Sekolah Rakyat yang sedang dikembangkan pemerintah, baik melalui penyusunan gagasan, pengembangan kurikulum, sistem pendidikan, maupun kontribusi lain yang relevan.
Di bidang pendidikan, IPNU menilai pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan pelajar perlu menjadi perhatian bersama. Organisasi tersebut juga menyoroti masih tingginya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah yang membutuhkan langkah preventif melalui edukasi dan sosialisasi.
"Kami ingin ada langkah-langkah preventif agar pelajar tidak mudah terpapar paham radikalisme," katanya.
IPNU Samarinda juga mendorong percepatan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kepemudaan. Organisasi pelajar Nahdlatul Ulama itu berharap dapat dilibatkan dalam proses penyusunannya agar dapat memberikan masukan terkait pembinaan organisasi kepemudaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan keterampilan generasi muda.
"Kami berharap IPNU dapat dilibatkan dalam proses penyusunan Ranperda tersebut. Kami ingin memberikan masukan, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan kepemudaan, pengembangan kapasitas organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan keterampilan generasi muda," ungkap Himawan.
Di sisi lain, IPNU Samarinda turut menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Menurut Himawan, ketimpangan jumlah peserta didik antara sekolah di pusat kota dan wilayah pinggiran menunjukkan masih perlunya pemerataan pembangunan pendidikan.
"Jangan sampai pembangunan dan pemerataan hanya terfokus di wilayah pusat Kota Samarinda, sementara daerah seperti Samarinda Seberang, Palaran, Samarinda Utara, dan wilayah pinggiran lainnya tertinggal," tegasnya.
Ia juga menilai distribusi tenaga pendidik dan kualitas fasilitas pendidikan masih belum merata. Karena itu, IPNU mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk memperkuat pemerataan zonasi pendidikan, distribusi guru, serta peningkatan kualitas sekolah di seluruh wilayah agar setiap pelajar memperoleh layanan pendidikan yang setara.
Komitmen kolaborasi tersebut mendapat respons positif dari Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Harapan kami, IPNU tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan program-program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin melihat ada kolaborasi nyata dengan Pemerintah Kota Samarinda," ujar Saefuddin.
Ia mengapresiasi berbagai gagasan yang diinisiasi IPNU, mulai dari sertifikasi minat dan bakat pelajar, perhatian terhadap isu kekerasan seksual dan bullying, persoalan kekurangan tenaga pendidik hingga pemerataan zonasi sekolah.
"Mudah-mudahan gagasan yang sudah disampaikan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi bisa ditindaklanjuti menjadi program kerja yang konkret dan sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Samarinda," harap Wawali. (*Abi)