• Kamis, 09 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kukar yang membahas mengenai Jembatan Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Rabu (8/7/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Harapan masyarakat Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), untuk memiliki jembatan yang layak akhirnya mulai menemukan titik terang.

Setelah puluhan tahun menjadi usulan warga tanpa kunjung terealisasi, pembangunan jembatan yang berusia sekitar 54 tahun ini, kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dan DPRD Kukar.

Kepastian ini disampaikan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kukar yang mempertemukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, desa, serta perwakilan mahasiswa yang selama ini mengawal persoalan tersebut.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Hukum, Mohammad Risaldi mengatakan, perjuangan untuk mendorong pembangunan jembatan bermula dari video yang dibua sekitar 3 pekan lalu.

Video ini mengangkat kondisi memprihatinkan Jembatan Sungai Payang yang menjadi akses utama masyarakat.

Setelah video itu viral, Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui Bidang Bina Marga memberikan penjelasan bahwa pembangunan jembatan sebenarnya pernah direncanakan.

"Kami mendapat penjelasan dari Bidang Bina Marga bahwa jembatan ini sebenarnya sudah pernah dianggarkan. Desain review juga sudah ada, perencanaannya sudah matang dan tinggal dieksekusi. Namun sampai sekarang belum pernah terealisasi," ujarnya kepada KutaiRaya.com, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan.persoalan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali dibahas dalam RDP sebelumnya.

Namun, pembahasan selalu berakhir tanpa keputusan yang jelas sehingga HMI kembali mengajukan RDP untuk mencari solusi.

"Keputusan pertama, pemerintah memastikan anggaran perencanaan akan dimasukkan dalam APBD Perubahan, termasuk memperbarui desain yang sudah ada. Kemudian BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), Bappeda {Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), dan perangkat daerah terkait juga berkomitmen mengakomodasi pembangunan jembatan ini dalam APBD Tahun 2027," ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan untuk memastikan kondisi lapangan, sekaligus menentukan titik pembangunan jembatan yang baru.

Ia menerangkan untuk kondisi Jembatan Sungai Payang saat ini sudah sangat memprihatinkan.

Jembatan yang seluruhnya masih berbahan kayu itu telah berusia sekitar 54 tahun, sehingga banyak bagian pondasi yang mulai lapuk akibat terkikis air.

Meskipun masih digunakan setiap hari, masyarakat harus mempertaruhkan keselamatan setiap kali melintas.

"Kalau dilewati sebenarnya masih bisa, tetapi jembatannya bergoyang. Masyarakat yang lewat benar-benar mempertaruhkan nyawa. Padahal ini akses utama warga, mulai dari nelayan, petani, anak sekolah, kendaraan pengangkut sawit hingga kendaraan perusahaan tambang, semuanya melewati jembatan ini," tuturnya.

Ia menegaskan keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena menjadi satu-satunya akses penghubung bagi puluhan desa di kawasan Sungai Payang.

Sementara itu Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani memastikan, pembangunan jembatan akan menjadi prioritas pemerintah daerah.

Aspirasi pembangunan jembatan telah disampaikan masyarakat sejak bertahun-tahun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun hingga kini belum pernah terealisasi.

"Alhamdulillah, RDP hari ini digelar atas permintaan masyarakat Loa Kulu, Camat Loa Kulu, Kepala Desa Sungai Payang, serta teman-teman HMI Fakultas Hukum. Jembatan ini sudah berusia sekitar 54 tahun dan kondisinya memang sudah tidak layak," ujarnya.

Ia menegaskan DPRD Kukar akan mengawal proses penganggaran agar pembangunan jembatan benar-benar terlaksana.

"Kami di DPRD memastikan pembangunan jembatan ini menjadi prioritas. Apapun kondisi fiskal daerah, jembatan Sungai Payang harus dibangun karena sangat dibutuhkan masyarakat. Ini menyangkut akses ekonomi, pendidikan, dan aktivitas warga sehari-hari," tuturnya.

Menurutnya, kondisi jembatan sudah sangat memprihatinkan.

Apalagi wilayah ini berbatasan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Karena itu pembangunan jembatan harus menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Sungai Payang bisa berjalan lebih baik," ucapnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top