
Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman, pada hari Rabu (8/7/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Inovasi berbasis lingkungan, pemberdayaan ekonomi warga, hingga pengendalian inflasi menjadi modal utama Kelurahan Graha Indah, Kota Balikpapan, untuk melangkah ke ajang Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026.
Setelah dinobatkan sebagai juara pertama tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Graha Indah kini bersiap menghadapi seleksi regional Kalimantan sebagai pintu menuju tingkat nasional.
Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman mengatakan, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Seluruh indikator penilaian yang dipersyaratkan dalam lomba merupakan program yang telah dijalankan secara berkelanjutan bersama masyarakat.
"Yang kami sampaikan kepada tim juri sebenarnya adalah apa yang selama ini sudah kami kerjakan. Mulai dari pemaparan, video profil, hingga sesi tanya jawab, semuanya didukung data dan dokumentasi yang telah kami siapkan sehingga berhasil membawa Graha Indah masuk tiga besar dan akhirnya menjadi juara tingkat provinsi," ujarnya, pada hari Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Arif, lomba tahun ini berfokus pada tiga tema utama, yakni ketahanan terhadap perubahan iklim, penguatan UMKM dan koperasi, serta pengendalian inflasi. Ketiga aspek tersebut, kata dia, telah menjadi bagian dari pembangunan di Graha Indah.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian tim penilai adalah pengembangan bawang tiwai sebagai produk unggulan kelurahan. Tanaman lokal tersebut diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, termasuk minuman wedang jahe berbahan bawang tiwai yang telah dipasarkan hingga ke mancanegara melalui pelaku UMKM setempat.
Di sektor lingkungan, Graha Indah mengandalkan kawasan Mangrove Center sebagai contoh pelestarian ekosistem yang berkelanjutan. Program tersebut juga diperkuat dengan keberhasilan Ketua Proklim Graha Indah, Agus Bei, yang meraih penghargaan Kalpataru Lestari 2026.
Sementara dalam upaya menekan dampak inflasi, kelurahan mengoptimalkan peran Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat lokal.
"Semua tematik yang dinilai dalam lomba kami miliki. Mulai dari koperasi dan UMKM, ketahanan terhadap perubahan iklim melalui pelestarian mangrove, hingga program pengendalian inflasi yang melibatkan masyarakat," jelas Arif.
Meski telah menyandang predikat juara Provinsi Kalimantan Timur, perjalanan Graha Indah menuju tingkat nasional masih harus melalui tahapan seleksi regional Kalimantan bersama perwakilan dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
Dalam waktu dekat, Graha Indah kembali mengirimkan dokumen pendukung kepada panitia pusat. Berkas tersebut akan diseleksi untuk menentukan wakil Regional Kalimantan yang berhak melaju ke tingkat nasional.
"Kami optimistis karena seluruh indikator yang menjadi penilaian telah kami jalankan secara nyata. Tinggal bagaimana kami menyajikan data dan menunjukkan keberlanjutan program-program tersebut," katanya.
Arif menegaskan, prestasi yang diraih merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari ketua RT, LPM, PKK, kader Posyandu, tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, dunia usaha, hingga dukungan Pemerintah Kota Balikpapan.
Ia berharap keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memastikan berbagai program tetap berjalan meski terjadi pergantian kepemimpinan.
"Kami membangun ekosistem kolaborasi. Jadi bukan bergantung pada satu orang atau lurahnya saja, tetapi seluruh unsur masyarakat saling mendukung sehingga program tetap berkelanjutan," ujarnya.
Prestasi ini juga menjadi sejarah baru bagi Kelurahan Graha Indah. Untuk pertama kalinya, kelurahan tersebut berhasil menjadi juara Lomba Kelurahan Berprestasi tingkat Provinsi Kalimantan Timur dan dipercaya mewakili daerah di ajang nasional.
Bekal inovasi, kolaborasi, dan semangat gotong royong, Graha Indah berharap mampu mengharumkan nama Balikpapan dan Kalimantan Timur pada kompetisi tingkat nasional tahun 2026. (Las)