
Salah seorang pelaku perkelahian di kawasan Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kamis (25/6/2026).(Foto: Polsek Balikpapan Selatan)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Duel berdarah menggunakan senjata tajam jenis badik terjadi di kawasan Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kamis (25/6/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang tewas, sementara seorang lainnya mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan di rumah sakit.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Selatan AKP Abu Sangit membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Korban diketahui bernama AS (48), warga Kelurahan Sepinggan, yang mengalami luka bacok di bagian kepala dan tangan kanan. Sementara terduga pelaku, F (33), mengalami sejumlah luka tusuk dan robek di bagian perut, bahu, serta lengan kanan dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan sejumlah saksi, peristiwa bermula pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 23.45 Wita. Saat itu, beberapa orang tengah berkumpul dan mengonsumsi minuman beralkohol di salah satu kios pasar.
Dalam suasana tersebut terjadi cekcok setelah salah seorang saksi melemparkan serbuk ke arah F hingga memicu adu mulut. Pertikaian sempat dilerai warga yang berada di lokasi.
Namun persoalan tidak berhenti di situ. Saksi kemudian mendatangi korban, AS, dan mengabarkan perselisihan yang terjadi. Tak lama berselang, korban bersama saksi kembali ke lokasi dengan membawa senjata tajam jenis badik.
Setibanya di kios pasar, korban dan saksi diduga langsung menyerang F menggunakan badik. F kemudian mengeluarkan senjata tajam yang juga dibawanya hingga terjadi aksi saling tikam.
Akibat perkelahian tersebut, AS mengalami luka parah di bagian kepala dan tangan hingga akhirnya meninggal dunia. Sementara Firman juga mengalami beberapa luka tusuk dan bacok di tubuhnya sebelum melarikan diri, untuk menyelamatkan diri sekaligus melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Balikpapan Selatan.
Salah seorang saksi mata, AR, mengaku sempat berupaya melerai pertikaian tersebut. Namun niatnya diurungkan karena kedua pihak sama-sama membawa senjata tajam.
Setelah melihat korban tergeletak bersimbah darah, saksi langsung membawa korban menggunakan sepeda motor ke Puskesmas Sepinggan untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.
Menerima laporan sekitar pukul 00.15 Wita, personel piket Polsek Balikpapan Selatan bersama unit Intelkam dan Reskrim segera mendatangi lokasi kejadian. Polisi mengamankan pelaku, sejumlah saksi, serta mengevakuasi korban dan pelaku ke RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa satu bilah badik tanpa gagang dan satu pisau lipat yang diduga digunakan dalam perkelahian tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga insiden berdarah itu dipicu dendam lama yang memuncak saat kedua pihak berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.
Diketahui, korban dan pelaku sebelumnya sama-sama bekerja sebagai penjaga malam di Pasar Sepinggan. Namun Firman telah diberhentikan karena diduga kerap membuat keributan di lingkungan pasar. Ia juga disebut-sebut sering mengintimidasi pedagang dengan meminta sejumlah uang.
Kasus tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polsek Balikpapan Selatan. Polisi terus mendalami motif dan mengumpulkan keterangan saksi, untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan satu orang meninggal dunia tersebut. (Las)