
Flayer Penyerahan Penghargaan dari Kementerian Kependudukan RI Tahun 2025, (Dok. Disdikbud Kukar)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): SMP Negeri 2 Tenggarong berhasil meraih Penghargaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Predikat Paripurna dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan kependudukan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan ke dalam kegiatan belajar.
Kepala SMPN 2 Tenggarong, Yunus mengatakan, sekolahnya mengikuti program Sekolah Siaga Kependudukan sejak 2025 melalui proses pendaftaran dan penilaian yang dilakukan langsung oleh tim dari kementerian.
Ia menjelaskan terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum mengikuti penilaian, di antaranya membentuk tim guru, kader kependudukan dari kalangan murid, serta menyediakan Pojok Literasi Kependudukan yang berisi berbagai buku tentang kesehatan, kependudukan, dan lingkungan.
"Setelah pojok literasi terbentuk, kami mendapat bantuan lebih dari 20 buku dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) sebagai bahan bacaan bagi siswa," ujar Yunus.
Selain menyediakan sarana literasi, sekolah juga melaksanakan berbagai program pembiasaan hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, hingga mengikuti workshop mengenai kesehatan, bahaya narkoba, serta pentingnya gizi bagi remaja.
Selain itu, para murid yang tergabung sebagai kader kependudukan juga melakukan kegiatan lapangan dengan mendatangi Kelurahan Mangkurawang untuk mempelajari data pertumbuhan penduduk, angka kelahiran, hingga angka kematian.
Mereka juga melakukan wawancara dengan masyarakat terkait kondisi kesehatan, pekerjaan, dan tingkat pendapatan untuk memahami keterkaitan antara kependudukan dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami ingin anak-anak memahami bagaimana data kependudukan itu digunakan dan mengapa penting bagi pembangunan," ujarnya.
Program ini turut dilengkapi dengan kegiatan sosial berupa kerja bakti membersihkan lingkungan, serta penanaman pohon buah melalui kerja sama dengan Kelurahan Mangkurawang.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian menjadi bahan penilaian tim dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN hingga akhirnya SMPN 2 Tenggarong dinyatakan layak menerima Predikat Paripurna tingkat nasional.
Yunus mengemukakan, semula sekolah diundang menerima penghargaan di tingkat pusat.
Namun, karena kebijakan efisiensi anggaran, penyerahan penghargaan akhirnya dilakukan di tingkat kabupaten.
Ia berharap program Sekolah Siaga Kependudukan tidak berhenti setelah penilaian selesai, tetapi terus menjadi budaya di lingkungan sekolah.
"Walaupun penilaiannya sudah selesai, kegiatan ini tetap kami lanjutkan. Harapan kami, program ini mampu mewujudkan peserta didik yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta persoalan kependudukan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Heriansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah yang berhasil meraih Penghargaan Sekolah Siaga Kependudukan Predikat Paripurna dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Enam sekolah di Kukar yang menerima penghargaan tersebut, yakni SD Negeri 002 Tenggarong, SD Negeri 003 Tenggarong, SD Negeri 004 Tenggarong, SMP Negeri 1 Tenggarong, SMP Negeri 2 Tenggarong, dan SMP Negeri 3 Tenggarong.
Menurut Heriansyah, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen sekolah dalam membangun pendidikan kependudukan, sekaligus mencetak generasi yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki wawasan kependudukan.
"Kami berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Kukar untuk terus meningkatkan mutu pendidikan serta mengembangkan program serupa di masa mendatang," ucapnya. (Dri)