
Analis Kebijakan Ahli Muda Kesbangpol Kaltim, Eko Susanto saat menjelaskan mekanisme upacara, Jum
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mempersiapkan pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2026. Persiapan dilakukan dengan membahas susunan petugas, peserta, undangan hingga kebutuhan teknis selama pelaksanaan upacara.
Pembahasan tersebut dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim bersama sejumlah instansi terkait dalam rapat di Ruang Kersik Luway, Jembatan Koridor Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (18/9/2026).
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kaltim, Syarifuddin Noor mengatakan, pelaksanaan upacara nantinya tetap berpedoman pada petunjuk teknis (juknis) yang diterbitkan kementerian terkait.
Hingga rapat berlangsung, pihaknya masih menunggu juknis resmi tersebut. Meski demikian, persiapan tetap dilakukan mengingat agenda Hari Kesaktian Pancasila rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Sampai sekarang juknisnya memang belum kami terima. Karena kegiatan ini rutin setiap tahun, kami memperkirakan pelaksanaannya tidak akan mengalami banyak perubahan. Kemungkinan yang menyesuaikan adalah tema dengan kondisi terkini,” ujarnya.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Kesbangpol Kaltim, Eko Susanto menjelaskan, sejumlah unsur yang akan terlibat dalam upacara mulai dipetakan.
Gubernur Kaltim diharapkan bertindak sebagai inspektur upacara. Namun, apabila terdapat agenda lain, tugas tersebut masih memungkinkan dilaksanakan oleh Wakil Gubernur maupun Sekretaris Daerah Kaltim.
Posisi komandan upacara, tahun ini direncanakan berasal dari Polresta Samarinda. Sementara perangkat upacara lainnya akan melibatkan unsur dari instansi terkait.
Berbeda dengan kemungkinan pelaksanaan dalam skala lebih besar, upacara tahun ini direncanakan berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kaltim. Pemilihan lokasi tersebut turut mempertimbangkan penyesuaian anggaran.
Jumlah orang yang mengikuti kegiatan juga diperkirakan dibatasi maksimal sekitar 400 orang, termasuk peserta upacara dan tamu undangan.
“Jumlah yang mengikuti upacara sekitar 400 orang. Angka tersebut sudah termasuk para undangan,” ungkapnya.
Selain menyusun personel dan peserta, panitia turut membahas sejumlah kebutuhan teknis agar menunjang kelancaran kegiatan. Salah satunya penggunaan drone sebagai bagian dari dokumentasi selama upacara berlangsung.
Rapat persiapan tersebut turut dihadiri Kasi Pers Kasrem 091/ASN Letkol Inf Guntung Dwi Prasetyo, Serka Bahtiar dari Korem 091/ASN, perwakilan organisasi masyarakat, serta sejumlah instansi terkait.
Melalui persiapan sejak awal, pelaksanaan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di lingkungan Pemprov Kaltim diharapkan dapat berlangsung tertib dan khidmat sesuai pedoman yang nantinya ditetapkan pemerintah pusat. (*Yud)