• Senin, 20 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Berau



Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat memimpin Upacara Peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Berau, Jalan Apt Pranoto, Tanjung Redeb, Senin (29/6/26).


BERAU, (KutaiRaya.com): Pemkab Berau mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 sebagai momentum memperkuat ketahanan keluarga di tengah derasnya tantangan era digital dan perubahan sosial. Keluarga dinilai menjadi benteng utama dalam mencetak generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Berau, Jalan Apt Pranoto, Tanjung Redeb, Senin (29/6/26).

Dalam kesempatan itu, Sri Juniarsih membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI yang menegaskan bahwa Harganas bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk mengevaluasi sejauh mana keluarga telah menjadi tempat yang aman, harmonis, dan mampu melahirkan generasi berkualitas.

“Hari Keluarga Nasional bukan sekadar baris tanggal di kalender tahunan. Momentum ini mengajak kita menengok kembali kondisi keluarga masing-masing, apakah sudah menjadi tempat yang aman, tangguh, dan mampu melahirkan generasi pemenang,” ujar Sri Juniarsih.

Menurutnya, keluarga memiliki peran yang semakin strategis di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga berbagai tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Karena itu, ia menuturkan bahwa keluarga harus menjadi ruang pertama yang mampu memberikan perlindungan, pendidikan, sekaligus membangun karakter anak sejak usia dini.

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini tengah memasuki fase bonus demografi yang menjadi peluang besar untuk mempercepat pembangunan bangsa. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila kualitas sumber daya manusia dipersiapkan melalui keluarga yang sehat, tangguh, dan berkualitas.

“Bonus demografi akan menjadi modal besar menuju Indonesia Emas 2045 apabila kualitas sumber daya manusianya dipersiapkan dengan baik. Sebaliknya, jika gagal dimanfaatkan, kondisi ini justru dapat memunculkan berbagai persoalan sosial, termasuk meningkatnya angka pengangguran,” lanjutnya.

Untuk mewujudkan keluarga yang tangguh, pemerintah menekankan pentingnya memperkuat tiga pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan karakter, serta ketahanan mental dan spiritual.

Diakuinya juga, aspek kesehatan diwujudkan melalui pemenuhan gizi yang seimbang serta pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Sementara itu, pendidikan karakter dilakukan dengan menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras sebagai bekal anak menghadapi masa depan.

Tak kalah penting, keluarga juga diharapkan mampu membangun ketahanan mental dan spiritual agar setiap anggota keluarga memiliki daya tahan menghadapi perubahan zaman sekaligus mampu menyaring berbagai pengaruh negatif.

Dalam sambutan tersebut, pemerintah juga menyoroti pentingnya peran seorang ayah dalam proses pengasuhan anak. Ayah tidak hanya bertugas mencari nafkah, tetapi juga menjadi pendidik, teladan, dan pendamping yang memberikan dukungan emosional bagi tumbuh kembang anak.

Selain itu, para orang tua diimbau lebih bijak dalam mengawasi penggunaan gawai di lingkungan keluarga. Pemanfaatan teknologi harus diarahkan pada aktivitas yang produktif dan edukatif sehingga tidak mengurangi kualitas komunikasi serta kedekatan antaranggota keluarga.

Sri Juniarsih menegaskan, keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Melalui peringatan Harganas ke-33 ini, Pemkab Berau mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter anak.

“Semangat tersebut kita harapkan menjadi modal besar untuk melahirkan generasi penerus yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, sejahtera, dan berdaya saing pada 2045,” tandasnya. (Adv/Bul)



Pasang Iklan
Top