• Rabu, 01 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Berau



Pagelaran Budaya Pancasila Day 2026 yang digelar di Panggung Barintak, Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Minggu (28/6/26).


BERAU, (KutaiRaya.com): Keberagaman budaya di Kabupaten Berau kembali ditegaskan sebagai kekuatan utama dalam menjaga persatuan bangsa. Semangat itu tercermin dalam Pagelaran Budaya Pancasila Day 2026 yang digelar di Panggung Barintak, Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Minggu (28/6/26).

Kegiatan yang diinisiasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Berau bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Berau tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari beragam suku yang ada di Bumi Batiwakkal.

Ketua FPK Berau, Teddy Nanang Abay, mengatakan keberagaman etnis dan budaya merupakan aset berharga yang harus terus dirawat agar tidak tergerus oleh berbagai ancaman yang dapat memecah persatuan masyarakat.

Menurutnya, kemajemukan tidak akan menjadi kekuatan apabila tidak dijaga dari prasangka, radikalisme maupun polarisasi sosial. Karena itu, FPK berkomitmen menjadi ruang dialog yang mempererat hubungan antarmasyarakat.

“Keberagaman ini ibarat intan yang harus terus dipoles agar tetap bersinar. Melalui Pagelaran Budaya Pancasila Day, kami ingin menegaskan komitmen FPK sebagai jembatan dialog bagi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai seni dan budaya menjadi media paling efektif untuk mempertemukan berbagai latar belakang masyarakat tanpa memandang perbedaan suku maupun adat.

Menurutnya, ketika masyarakat saling mengenal budaya satu sama lain, rasa saling menghormati akan tumbuh secara alami dan memperkuat semangat persatuan dalam bingkai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Di balik keberagaman budaya, kita memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga kedamaian dan keharmonisan di Kabupaten Berau,” katanya.

Teddy juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Berau, khususnya Kesbangpol Berau, yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan tersebut hingga dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang hadir sekaligus membuka kegiatan secara resmi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Pagelaran Budaya Pancasila Day 2026.

Ia menegaskan, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak cukup hanya dirayakan secara seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Momentum ini harus menjadi pijakan untuk terus menghidupkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, hingga keadilan sosial agar benar-benar menjadi bagian dari perilaku masyarakat,” tegasnya.

Gamalis mengatakan, keberagaman suku, agama, adat, dan budaya yang dimiliki Kabupaten Berau harus dipandang sebagai modal sosial untuk memperkuat kerukunan serta mendukung pembangunan daerah.

Karena itu, ia berharap pagelaran budaya tidak hanya menjadi ajang mengenakan pakaian adat, tetapi menjadi ruang belajar, saling mengenal, sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap daerah.

“Jangan hanya menjadi pagelaran baju adat. Jadikan kegiatan ini sebagai refleksi untuk saling belajar, saling mendukung, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Kabupaten Berau,” ucapnya.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, Gamalis juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas budaya, terutama di kalangan generasi muda.

Ia menyebut, pelestarian budaya harus menjadi gerakan bersama yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mampu mendorong lahirnya ekonomi kreatif berbasis budaya serta memperkuat sektor pariwisata daerah.

Selain memperkuat nilai kebangsaan, ia berharap kegiatan budaya berskala besar juga memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM dan industri kreatif lokal.

“Kehadiran UMKM harus mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan daerah. Budaya dan pariwisata merupakan dua sektor yang saling mendukung dalam pembangunan Berau,” jelasnya.

Gamalis turut meminta Kesbangpol Berau terus memperkuat pembinaan organisasi kemasyarakatan serta membangun sinergi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa agar semangat kebhinekaan terus tumbuh.

“Saya optimistis, dengan semangat gotong royong, toleransi, dan saling menghormati, Kabupaten Berau akan terus menjadi daerah yang aman, harmonis, serta mampu menjadi contoh dalam menjaga persatuan di tengah kemajemukan budaya,” tandasnya. (Adv/Bul)



Pasang Iklan
Top