• Sabtu, 27 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Anak-anak yatim menerima santunan dari Baznas Balikpapan, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Sabtu (27/6/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)

BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Momentum 10 Muharram atau Hari Lebaran Anak Yatim dimanfaatkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Balikpapan, untuk memastikan bantuan tidak hanya dinikmati anak-anak di panti asuhan. Tahun ini, BAZNAS memilih turun langsung ke lingkungan permukiman untuk mencari anak yatim yang tinggal bersama keluarganya dan belum tersentuh lembaga kesejahteraan sosial.

Ketua BAZNAS Kota Balikpapan, Ustadz Abdul Rosyid Bustomi, mengatakan pendataan dilakukan dengan cara mendatangi RT-RT hingga rumah warga untuk memastikan bantuan benar-benar diterima anak yatim yang membutuhkan.

"Anak yatim yang kami santuni bukan yang berada di panti atau LKSA. Kami turun langsung ke RT, mencari rumah yang ada anak yatimnya, kemudian kami data dan diundang untuk menerima santunan," ujarnya.

Sebanyak sekitar 350 anak yatim menerima santunan sebesar Rp500 ribu per orang dalam kegiatan yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Abdul Rosyid, semula BAZNAS menyiapkan santunan untuk 300 anak. Namun setelah proses pendataan di lapangan, jumlah penerima bertambah menjadi sekitar 350 anak karena masih banyak anak yatim yang belum terdata.

Program santunan tersebut menjadi agenda rutin setiap bulan Muharram. Meski nilai bantuan masih Rp500 ribu per anak, BAZNAS berharap bantuan itu dapat meringankan kebutuhan keluarga sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus menempuh pendidikan.

"Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat. Yang terpenting anak-anak tetap semangat belajar dan bisa meraih masa depan yang lebih baik," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud menyebut peringatan Hari Anak Yatim bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan momentum untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap anak-anak yang kehilangan orang tua.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Balikpapan sebagai Kota Layak Anak, di mana setiap anak berhak memperoleh kehidupan yang layak, pendidikan yang baik, dan kesempatan untuk menggapai cita-citanya.

"Pemerintah Kota Balikpapan mengapresiasi BAZNAS yang secara konsisten menjalankan amanah umat melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, termasuk santunan bagi anak yatim," ujarnya.

Rahmad juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya. Ia berharap sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, serta para donatur terus diperkuat sehingga pengelolaan dana umat semakin profesional, transparan, dan tepat sasaran.

Menurutnya, semangat berbagi yang ditunjukkan pada momentum 10 Muharram harus menjadi budaya di tengah masyarakat, sehingga anak-anak yatim tidak hanya mendapatkan bantuan materi, tetapi juga perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya. (Las)



Pasang Iklan
Top