• Sabtu, 27 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kegiatan Seleksi Penerimaan Murid Baru Tahap 1 ( Kategori Prestasi Akademik dan Non akademik, Afirmasi dan Domisili Prioritas), Kamis (25/6/2026).(Dok. SMA Negeri 1 Muara Jawa)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 1 Muara Jawa sempat mengalami kendala pada hari pertama pendaftaran akibat gangguan server yang digunakan secara bersamaan oleh sekolah-sekolah di Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala SMA Negeri 1 Muara Jawa, Wahyono mengatakan, tahap pertama SPMB, meliputi jalur prestasi, afirmasi, mutasi, dan RT prioritas atau bina lingkungan.

Namun pada awal pembukaan pendaftaran, banyak calon peserta didik mengalami kesulitan mengakses sistem karena tingginya jumlah pengguna yang masuk secara bersamaan.

“Pada hari pertama memang ada kendala karena server tidak mampu menampung akses dari seluruh wilayah Kaltim. Akhirnya dibuat jadwal bergilir per cabang dinas agar proses pendaftaran bisa berjalan lebih lancar,” ujar Wahyono saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2026).

Ia menjelaskan, setelah gangguan terjadi pada 22 Juni lalu, pihak penyelenggara menerapkan sistem pembagian waktu pendaftaran berdasarkan wilayah cabang dinas.

Untuk Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), jadwal akses diberikan pada pukul 07.00 hingga 10.00 WITA.

Kebijakan ini dinilai cukup efektif sehingga proses pendaftaran kembali berjalan normal.

Tahap kedua SPMB sendiri dijadwalkan mulai dibuka pada Senin, 29 Juni 2026.

Wahyono menjelaskan kuota penerimaan murid baru dibagi ke dalam beberapa jalur.

Jalur prestasi mendapatkan porsi 30 persen, afirmasi 30 persen, RT prioritas atau zona sekitar sekolah 10 persen, mutasi 5 persen, dan jalur domisili sebesar 25 persen.

Apabila kuota pada jalur tertentu, seperti prestasi atau mutasi tidak terpenuhi, maka sisa kuota akan dialihkan ke jalur domisili.

Untuk tahun ajaran baru ini, SMA Negeri 1 Muara Jawa memperoleh izin menambah jumlah murid per rombongan belajar dari 36 menjadi 38 orang.

Dengan total 8 kelas yang dibuka, sekolah tersebut akan menerima sebanyak 304 murid baru.

“Karena jumlah pendaftar cukup tinggi, kami mengusulkan penambahan kapasitas menjadi 38 siswa per kelas dan sudah mendapatkan persetujuan melalui Dinas Pendidikan,” tuturnya.

Guna mengantisipasi kendala teknis selama proses pendaftaran, sekolah juga membuka layanan bantuan bagi calon peserta didik dan orangtua yang mengalami kesulitan mengakses sistem secara daring.

“Kalau ada yang tidak bisa mendaftar dari rumah, silakan datang ke sekolah. Kami menyediakan operator yang siap membantu proses pendaftaran sesuai jam kerja,” katanya.

Menurut Wahyono, hingga saat ini jumlah pendaftar terus meningkat.

Bahkan pada jalur afirmasi, jumlah calon peserta didik pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) telah melampaui kuota yang tersedia.

Kuota jalur afirmasi yang seharusnya menampung sekitar 91 murid ternyata diikuti lebih dari 100 pendaftar.

Dalam kondisi ini, sistem akan melakukan seleksi otomatis berdasarkan jarak tempat tinggal calon murid dengan sekolah.

“Jika jumlah pendaftar afirmasi melebihi kuota, maka seleksi dilakukan berdasarkan jarak. Semakin dekat domisili pendaftar dengan sekolah, maka peluangnya semakin besar. Semua proses dilakukan otomatis oleh sistem,” ucapnya.

Wahyono berharap seluruh tahapan SPMB dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti, terutama pada tahap kedua yang akan segera dibuka.

“Kami berharap server berjalan normal sehingga calon siswa tidak lagi mengalami kesulitan saat mendaftar. Bagi yang belum bisa diterima di SMA Negeri 1 Muara Jawa, masih banyak pilihan sekolah lain. Yang terpenting adalah kemauan dan kesungguhan belajar, karena di sekolah manapun kesempatan untuk meraih prestasi tetap terbuka,” ujarnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top