• Sabtu, 27 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Para peserta yang tengah berkompetisi, Sabtu (27/6/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com) : Sebanyak lebih dari 300 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur memadati Mako Polres Kutai Kartanegara, Sabtu (27/6/2026), untuk mengikuti lomba menyumpit dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 80.

Ajang olahraga tradisional tersebut menjadi salah satu kegiatan yang paling menyedot perhatian masyarakat. Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kutai Kartanegara, tetapi juga datang dari sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur, bahkan ada yang berasal dari Kalimantan Utara.

Koordinator Lapangan Lomba Menyumpit, Sapri, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai komunitas pecinta olahraga tradisional dari berbagai daerah.

"Kegiatan seperti ini bisa mengumpulkan seluruh komunitas menyumpit yang ada di Kalimantan. Sangat disayangkan kalau kegiatan seperti ini tidak terus diadakan. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih meriah lagi dengan hadiah yang lebih menarik," ujarnya pada KutaiRaya.com, Sabtu (27/6/2026).

Ia menjelaskan, jumlah peserta yang mengikuti perlombaan mencapai lebih dari 300 orang. Rinciannya, sekitar 250 peserta merupakan kategori putra, sedangkan sekitar 60 peserta berasal dari kategori putri.

"Untuk peserta laki-laki kurang lebih ada 250 orang, sedangkan perempuan sekitar 60 peserta," katanya.

Menurutnya, tingginya antusias peserta menunjukkan bahwa olahraga menyumpit masih memiliki banyak peminat di berbagai daerah. Bahkan peserta terjauh datang dari Kalimantan Utara untuk ikut memeriahkan perlombaan tersebut.

Ia berharap, olahraga tradisional menyumpit semakin dikenal luas dan mendapat perhatian lebih, mengingat saat ini cabang olahraga tersebut telah berkembang hingga tingkat internasional.

"Harapannya, olahraga tradisional menyumpit bisa semakin mendunia dan semakin luas dikenal masyarakat. Alhamdulillah sekarang menyumpit sudah masuk ke level internasional," ungkapnya.

Ia menambahkan, pengembangan olahraga menyumpit saat ini didukung oleh komunitas-komunitas pecinta menyumpit yang tersebar di berbagai daerah serta berada di bawah pembinaan organisasi olahraga masyarakat, termasuk Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) di tingkat provinsi.

Menariknya, peserta yang mengikuti perlombaan berasal dari berbagai kalangan usia. Mulai dari anak-anak usia sekolah dasar, para pemuda, hingga peserta lanjut usia turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

"Mayoritas pesertanya beragam. Ada anak-anak SD, pemuda, sampai orang tua. Menyumpit ini tidak terlalu menguras tenaga sehingga semua kalangan bisa ikut berpartisipasi," jelasnya.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar komunitas serta memperkenalkan budaya dan olahraga tradisional kepada masyarakat yang lebih luas.

"Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita bisa saling mengenal komunitas dari berbagai daerah dan suku. Harapannya olahraga tradisional menyumpit semakin berkembang dan semakin banyak generasi muda yang ikut melestarikannya," tutur nya.

Sementara itu, salah satu peserta dari Kecamatan Loa Kulu, Rahman Hidayat mengaku senang bisa mengikuti perlombaan menyumpit yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke 80. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan, tetapi juga mempererat silaturahmi antarpecinta olahraga tradisional.

"Senang sekali bisa ikut. Jarang ada perlombaan menyumpit dengan peserta sebanyak ini. Selain bertanding, kami juga bisa bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah di Kalimantan," tutupnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top