
Antrean SPBU Di Timbau, Sabtu (27/6/2026).(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sejumlah warga Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM), di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU).
Salah seorang warga, Muhammad Roni mengatakan, antrean BBM jenis Pertalite ini semakin panjang diduga sebagian pengguna BBM jenis Pertamax beralih ke Pertalite.
"Karena harga BBM Pertamax ini naik menjadi sekitar Rp 16.000," kata Roni kepada KutaiRaya.com, Sabtu (27/6/2026).
Ia mengaku tak sanggup untuk membeli BBM Pertamax, karena kendaraan yang dikendarai ini tujuannya untuk berniaga.
"Kalau BBM jenis Pertamax masih Rp. 12.000, terkadang mengisi Pertamax. Tapi lebih sering mengisi Pertalite," ujarnya.
Untuk mengantre BBM jenis Pertalite ini, ia membutuhkan waktu sekitar 1 jam.
Namun sangat disayangkan jika sudah lama mengantre, tapi ketika antrean itu sudah tiba ternyata stok Pertalitenya habis.
"Kejadian ini juga sering dialami, dengan terpaksa saya mengisi Pertamax. Jika dihitung menggunakan Pertamax, ongkos transportasi tidak masuk," ucapnya.
Dia berharap pemerintah seharusnya dapat mengambil kebijakan dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat kecil.
Menanggapi hal ini, Operator SPBU Timbau yang tak ingin disebutkan identitasnya menjelaskan, antrean panjang itu terjadi pada jalur BBM jenis Pertalite dan solar.
Ini diduga akibat terjadi kenaikan harga Pertamax yang mencapai sekitar Rp 16.650.
"Antrean BBM jenis Pertalite ini dirasakan dari pagi hari hingga sore hari masih panjang," tuturnya.
Dalam hal ini, pihaknya tak mengetahui terhadap jumlah suplai yang diterima dari Pertamina ke SPBU.
Namun dia memperkirakan tidak ada penambahan suplai dari Pertamina.
"Kami hanya menjalankan tugas sebagai operator dispenser SPBU, jadi untuk jumlah pastinya tak mengetahui," ucapnya. (Ary)