• Senin, 20 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Berau



Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas


BERAU, (KutaiRaya.com): Dugaan kerusakan terumbu karang akibat kandasnya kapal wisata jenis Live on Board (LOB) di perairan Pulau Maratua mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Berau.

Dalam kesempatannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, meminta investigasi menyeluruh segera dilakukan untuk memastikan dampak insiden tersebut terhadap ekosistem laut, sekaligus menegaskan perlunya sanksi apabila terbukti terjadi kerusakan.

Insiden yang terjadi di kawasan Channel Tornado Barracuda, salah satu spot selam unggulan di Maratua, dinilai menjadi peringatan penting agar aktivitas wisata bahari tetap berjalan seiring dengan komitmen menjaga kawasan konservasi.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Saya meminta dilakukan investigasi dengan melibatkan semua pihak terkait. Ketika ada kerusakan karang, harus dikenakan denda dan jika perlu tindakan hukum,” tegas Sri.

Menurutnya, investigasi harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan instansi berwenang, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

Lanjutnya, langkah tersebut penting untuk mengetahui tingkat kerusakan yang ditimbulkan sekaligus memastikan operator kapal bertanggung jawab atas insiden yang terjadi.

Sri mengatakan, masuknya kapal-kapal wisata ke Kabupaten Berau menjadi bukti bahwa destinasi wisata bahari, khususnya kawasan Pulau Derawan dan Maratua, semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.

Namun, kata dia, tingginya kunjungan wisatawan harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap aturan pelayaran dan perlindungan ekosistem laut.

“Berau mengedepankan wisata konservasi, sehingga lingkungan harus benar-benar dijaga. Operator kapal wajib mematuhi alur pelayaran yang telah ditentukan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Bupati Sri juga meminta seluruh operator kapal wisata yang beroperasi di perairan Berau untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah sebelum melakukan aktivitas. Ia juga mendorong penggunaan pemandu lokal yang memahami karakteristik perairan dan lokasi-lokasi konservasi.

Ia menambahkan, keterlibatan pemandu lokal menjadi bagian penting dalam meminimalkan risiko kecelakaan pelayaran maupun kerusakan ekosistem, mengingat mereka memahami kondisi perairan, arus laut hingga kawasan yang sensitif terhadap aktivitas kapal.

“Kita ingin pariwisata di Berau terus berkembang dengan semakin banyak wisatawan yang datang. Tetapi di sisi lain, kita juga harus memastikan ekosistem laut tetap terjaga demi keberlanjutan destinasi wisata yang menjadi kebanggaan daerah,” tandasnya. (Adv/Bul)



Pasang Iklan
Top