
Pegadaian Tenggarong, Kamis (25/6/2026).(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sebanyak 10 unit barang dilelang oleh Pegadaian Cabang Tenggarong setiap bulannya.
Manager Bisnis Pegadaian Tenggarong, Faisal Rahman mengatakan, kredit macet di Pegadaian ini masih minim.
Hal ini disebabkan nasabah tak mampu lagi untuk membayar tagihan angsurannya.
Adapun yang menjadi alasan tak mampu membayar karena nasabah ini mengalami penurunan penjualan, hingga biaya kebutuhan hidupnya juga meningkat.
"Sebelum kita melakukan lelang barang, pastinya kita konfirmasi kembali terhadap kesanggupan nasabah dalam membayar angsuran," kata Faisal kepada KutaiRaya.com, Kamis (25/6/2026).
Bahkan, lanjut dia, nasabah ini langsung melepaskan barang yang digadai untuk dilelang.
Setiap bulannya sekitar 10 unit barang yang dilelang, meliputi perhiasan emas, kendaraan, komputer hingga laptop.
Menurutnya, perekonomian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini tidak stabil.
Meskipun belum stabil, Pegadaian tetap menyalurkan pinjaman kepada nasabah, dengan taksiran yang telah ditetapkan.
"Kita punya taksiran tersendiri, jika nasabah itu macet, tapi masih bisa melelang barang gadainya," ujarnya.
Dia berharap nasabah Pegadaian mampu membayar angsurannya.
Jika nantinya ingin menggadaikan kembali, maka prosesnya bisa dipermudah.
Sementara itu salah seorang nasabah Pegadaian Tenggarong, Rini mengaku terus berupaya membayar angsuran di Pegadaian.
Karena sangat disayangkan jika barang yang digadai harus dilelang.
"Saya tetap berusaha mempertahankan barang yang digadai, jangan sampai dilelang," ucap Rini. (Ary)