• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Latihan dari atlet Forki Kukar, Senin (22/6/2026).(Foto: Dok. Forki Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Selain menghadapi persoalan belum adanya pemusatan latihan atau training center (TC) untuk persiapan menghadapi Porprov Kalimantan Timur 2026, kontingen Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Kutai Kartanegara (Kukar) kini juga dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) olahraga, khususnya peralatan latihan dan pertandingan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kelengkapan peralatan merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang performa atlet saat menjalani latihan maupun ketika bertanding.

Kabid Binpres Forki Kukar, Jalu Sahrin Milyala mengungkapkan, minimnya fasilitas yang diterima cabang olahraga karate menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi saat ini.

Padahal sebelumnya, melalui forum pemaparan atau expose cabang olahraga, pihaknya telah mengusulkan sejumlah kebutuhan peralatan yang dianggap penting untuk mendukung persiapan atlet menuju Porprov 2026.

Forki Kukar awalnya mengajukan tujuh item perlengkapan yang melekat dan wajib digunakan atlet karate saat bertanding. Namun dari usulan tersebut, hanya dua item yang sejauh ini disetujui untuk difasilitasi.

"Karate memiliki beberapa perlengkapan yang wajib digunakan atlet saat bertanding. Mulai dari pelindung kaki (shin guard), pelindung badan (body protector), baju karate, pelindung tangan (hand protector), sabuk, groin protector, dan beberapa perlengkapan lainnya. Kurang lebih ada tujuh item yang melekat pada atlet," ucapnya pada KutaiRaya.com, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil yang diterima saat ini, Forki Kukar hanya memperoleh dua jenis perlengkapan, yakni baju karate dan pelindung tangan atau pelindung kaki. Sementara perlengkapan penting lainnya belum terakomodasi.

"Kemarin dalam sesi pemaparan kami sudah menyampaikan seluruh kebutuhan peralatan yang diajukan dan diinformasikan akan dicoba untuk diakomodasi. Namun sampai sekarang kami belum mengetahui secara pasti seluruh item yang disetujui. Kalau melihat dokumen yang ada saat ini, hanya dua item yang mendapatkan persetujuan," katanya.

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Forki Kukar dalam mempersiapkan atlet secara maksimal. Pasalnya, perlengkapan yang belum terpenuhi merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia untuk mendukung latihan dan pertandingan.

"Contohnya di karate, kami hanya mendapatkan baju karate dan pelindung tangan atau pelindung kaki. Sementara perlengkapan lain seperti sabuk dan pelindung badan belum tersedia. Ini tentu menjadi tantangan bagi kami karena kebutuhan peralatan atlet belum terpenuhi secara menyeluruh," jelasnya.

Dengan keterbatasan tersebut, pihaknya mengaku harus mencari berbagai solusi agar persiapan atlet tidak terganggu. Forki Kukar pun berharap adanya perhatian lebih terhadap kebutuhan sarana dan prasarana olahraga agar target prestasi pada Porprov Kaltim 2026 dapat tercapai.

Dukungan fasilitas yang memadai harus berjalan seiring dengan program pembinaan atlet. Sebab, selain membutuhkan jadwal latihan yang terstruktur melalui TC, atlet juga memerlukan perlengkapan standar untuk menunjang kualitas latihan dan kesiapan saat bertanding.

"Kami harus memutar otak untuk mencari jalan keluar atas keterbatasan ini, kita saat ini tengah mempersiapkan 18 atlet. Harapannya kebutuhan peralatan yang belum terpenuhi bisa mendapat perhatian, sehingga atlet dapat berlatih dan bertanding dengan perlengkapan yang sesuai standar," tuturnya.

Sementara itu, salah satu atlet Forki Kukar, Rianto Deni Saputra, mengaku tetap berupaya menjalani persiapan secara maksimal meski dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana.

"Kami sebagai atlet tentu tetap berusaha memberikan yang terbaik. Meski ada beberapa keterbatasan fasilitas dan perlengkapan, semangat kami untuk berlatih dan meraih prestasi bagi Kukar tidak berkurang. Kami berharap kebutuhan peralatan yang belum tersedia bisa segera terpenuhi agar persiapan menuju Porprov 2026 semakin maksimal," pungkasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top