• Senin, 20 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Berau



Wakil Bupati Berau, Gamalis saat Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang Berau, Selasa (23/6/26).


BERAU, (KutaiRaya.com): Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital dan munculnya berbagai model usaha baru, Pemerintah Kabupaten Berau mulai mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai upaya memetakan wajah ekonomi daerah untuk satu dekade mendatang.

Langkah awal tersebut ditandai dengan pembukaan perancangan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang Berau, Selasa (23/6/26).

Kepala BPS Kabupaten Berau, Yudi Wahyudin, menegaskan bahwa sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan rutin yang dilakukan setiap 10 tahun sekali. Menurutnya, hasil sensus akan menjadi dasar penting dalam menentukan arah pembangunan ekonomi di masa depan.

Ia menjelaskan, struktur ekonomi saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Selain sektor usaha konvensional, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh pelaku ekonomi kreatif, usaha berbasis digital, hingga UMKM yang memanfaatkan teknologi sebagai sarana pemasaran dan pengembangan usaha.

“Data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang berkualitas. Karena itu, keberhasilan sensus sangat bergantung pada kejujuran data yang diberikan pelaku usaha serta kolaborasi seluruh pihak,” ujarnya.

Yudi menilai Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk menghadirkan gambaran nyata mengenai aktivitas ekonomi yang berkembang di masyarakat. Data tersebut nantinya akan digunakan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Untuk mendukung keberhasilan pelaksanaannya, BPS menekankan pentingnya tiga aspek utama, yakni kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan, validitas data yang dikumpulkan, serta keterbukaan pelaku usaha dalam memberikan informasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyebut Sensus Ekonomi 2026 sebagai instrumen strategis untuk membaca kondisi riil dunia usaha sekaligus melihat potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Berau.

Menurutnya, data yang dihasilkan akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam menentukan sektor usaha yang berkembang, sektor yang memerlukan intervensi, hingga peluang investasi yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui data yang akurat, pemerintah dapat melihat persebaran usaha masyarakat, perkembangan UMKM, daya saing sektor pariwisata, hingga peluang penciptaan lapangan kerja yang bisa terus ditingkatkan,” katanya.

Gamalis mengajak seluruh pelaku usaha di Kabupaten Berau untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas pendataan.

Ia juga meminta dukungan seluruh perangkat daerah, camat, lurah, RT, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, hingga berbagai elemen masyarakat agar pelaksanaan sensus berjalan optimal.

Menurutnya, hasil sensus nantinya diharapkan mampu memberikan gambaran ekonomi yang lebih komprehensif, terutama di tengah perubahan pola usaha yang kini semakin banyak bergerak ke ranah digital.

“Berau terus berupaya memperkuat sektor UMKM, meningkatkan daya tarik investasi, serta mengembangkan potensi pariwisata, pertanian, dan sumber daya alam secara berkelanjutan. Karena itu, data yang akurat menjadi modal utama untuk memastikan pembangunan ekonomi berjalan lebih tepat sasaran dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv/Bul)



Pasang Iklan
Top