
Gotong royong dengan masyarakat untuk membenahi jalan di beberapa desa, Jumat (19/6/2026).(Foto: Dok. Polsek Loa Kulu)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Menyambut Hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026, Polsek Loa Kulu menunjukkan kepedulian kepada masyarakat melalui aksi gotong royong memperbaiki jalan rusak sepanjang 1,8 kilometer di Dusun Merangan RT 007 dan RT 008, Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Jumat (19/6/2026).
Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara, tetapi juga menjadi bukti kuat bahwa kehadiran Polri dapat dirasakan langsung melalui tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Perbaikan kami fokuskan pada ruas jalan utama yang selama ini menjadi jalur vital penghubung lima desa di Kecamatan Loa Kulu, yakni Desa Loh Sumber, Jembayan Tengah, Jembayan Dalam, Sungai Payang, dan Lung Anai, " ujarnya.
Kondisi jalan yang berlubang dan rusak sering dikeluhkan warga karena berpotensi membahayakan pengguna jalan serta menghambat aktivitas sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, pihaknya menggandeng Pemerintah Desa Loh Sumber, masyarakat setempat, dan pihak swasta untuk bersama-sama mencari solusi.
Hasilnya, kegiatan bakti sosial dilakukan dengan menguruk titik-titik jalan yang rusak menggunakan material batu koral.
Dalam kegiatan tersebut, PT MHU turut memberikan dukungan dengan menyalurkan 10 ret batu koral sebagai bahan perbaikan jalan. Perusahaan juga mengerahkan satu unit grader dan satu unit compactor guna mempercepat proses perataan dan pemadatan material di sepanjang ruas jalan yang diperbaiki.
Sejak pukul 08.00 WITA, puluhan warga bersama personel Polsek Loa Kulu dan aparat desa tampak bekerja berdampingan.
Semangat gotong royong menjadi pemandangan yang menonjol dalam kegiatan tersebut. Tidak ada sekat antara aparat, pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat. Semua berbaur demi tujuan yang sama, yakni menghadirkan akses jalan yang lebih aman dan nyaman.
Ia mengatakan,nkegiatan ini merupakan bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus upaya memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dan warga.
"Melalui momentum Hari Bhayangkara ke 80, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga berupaya membantu mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat. Salah satunya melalui perbaikan infrastruktur yang sangat dibutuhkan warga," tutupnya. (*Zar)