
Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri, Sabtu (20/6/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Rencana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Kecamatan Balikpapan Barat dipastikan tidak dilanjutkan. DPRD Balikpapan menilai tidak ada dasar yang cukup untuk membentuk pansus, setelah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak menemukan permasalahan dalam proyek tersebut.
Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri menjelaskan, usulan pembentukan pansus sebenarnya telah disampaikan sejumlah fraksi sejak awal tahun. Namun usulan tersebut masuk secara bertahap mulai Januari hingga April 2026.
“Memang ada empat fraksi yang mengusulkan pembentukan pansus. Namun sebelum mengambil keputusan, saya berkoordinasi dengan Inspektorat karena persoalan ini juga sudah masuk dalam proses pemeriksaan,” kata Alwi, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, Inspektorat menyampaikan bahwa proyek pembangunan rumah sakit tersebut telah menjadi bagian dari audit BPK. DPRD memilih menunggu hasil pemeriksaan lembaga auditor negara tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Setelah hasil audit keluar, BPK tidak menemukan adanya temuan yang mengindikasikan pelanggaran dalam proyek tersebut. Bahkan Pemerintah Kota Balikpapan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Kalau hasil audit BPK sudah menyatakan tidak ada temuan, untuk apa lagi kita membentuk pansus? Posisi dan kewenangan BPK tentu lebih tinggi dalam hal pemeriksaan keuangan. Karena itu saya menyampaikan kepada teman-teman fraksi bahwa pansus tidak perlu dibentuk,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu tidak mangkrak dan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
Menurut Rahmad, penghentian sementara proyek lebih disebabkan kondisi defisit anggaran serta evaluasi terhadap kontraktor pelaksana tahap awal.
“Proyek ini tidak mangkrak. Saat itu kondisi keuangan daerah mengalami defisit. Selain itu, berdasarkan evaluasi dan arahan tim pemeriksa, pembangunan tahap awal harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum dilanjutkan,” kata Rahmad.
Ia menjelaskan progres pembangunan yang telah diselesaikan mencapai sekitar 20 persen dari total pekerjaan. Pemerintah Kota Balikpapan bahkan telah memberikan dua kali perpanjangan waktu kepada kontraktor. Namun karena dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target, kontrak akhirnya diputus setelah pekerjaan tahap awal rampung.
“Setelah pekerjaan 20 persen selesai, kontraknya kami putus. Selanjutnya proyek akan dilelang kembali,” ujarnya.
Rahmad mengakui pembangunan belum dapat dilanjutkan pada 2026 karena keterbatasan anggaran. Namun pemerintah telah menyiapkan alokasi dana untuk melanjutkan proyek tersebut pada tahun anggaran 2027.
“Insyaallah tahun 2027 pembangunan akan kami lanjutkan. Jangan sampai ada proyek mangkrak pada masa kepemimpinan saya. Ini juga menjadi tanggung jawab moral bagi saya karena lokasi rumah sakit berada di Kampung Baru, tempat saya lahir dan besar,” tegasnya.
Terkait keluhan warga yang terdampak aktivitas pembangunan, Rahmad mengakui proses pemancangan tiang memang berpotensi memengaruhi bangunan di sekitar lokasi proyek.
Namun, menurutnya, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan akibat pekerjaan konstruksi.
“Kami memahami ada dampak yang dirasakan masyarakat. Namun setiap pembangunan pasti memiliki konsekuensi. Yang terpenting adalah bagaimana dampak tersebut ditangani dan manfaat pembangunan yang dihasilkan jauh lebih besar,” katanya.
Ia menambahkan, perbaikan secara menyeluruh terhadap sejumlah dampak pembangunan baru dapat dilakukan setelah seluruh pekerjaan pemancangan selesai, agar kerusakan tidak kembali terjadi akibat aktivitas konstruksi lanjutan.
Selain itu, Rahmad juga menyebut adanya potensi wanprestasi dari kontraktor sebelumnya yang saat ini masih berproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Kota Balikpapan memastikan proyek Rumah Sakit Sayang Ibu tetap menjadi program prioritas dan akan kembali dilanjutkan pada 2027 setelah dukungan anggaran tersedia.
“Kami berkomitmen melanjutkan pembangunan rumah sakit ini. Anggarannya sudah kami siapkan dan nantinya akan terus kami kawal agar proyek dapat selesai sesuai rencana,” pungkas Rahmad. (Las)