
Jalan Muso Bin Salim, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Rabu (17/6/2026).(Foto: Andri Wahyudi/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Jalan Muso Bin Salim di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menuai keluhan warga.
Kondisi ruas jalan yang masih dipenuhi lubang dan kerap tergenang saat hujan dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama karena jalur tersebut menjadi akses menuju sejumlah kantor pelayanan publik.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik jalan mengalami kerusakan cukup parah.
Saat hujan turun, lubang-lubang di badan jalan tertutup genangan air yang berpotensi membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.
Selain menjadi akses warga, Jalan Muso Bin Salim juga menghubungkan sejumlah fasilitas penting, seperti Kantor Lurah Melayu, Dinas Perkebunan Kukar, dan Polsek Tenggarong.
Kondisi ini membuat pengguna jalan harus mengurangi kecepatan dan lebih waspada saat melintas.
Salah seorang warga, Indah, mengaku kerusakan jalan sudah lama dikeluhkan masyarakat.
Menurutnya, lubang yang cukup dalam membuat kendaraan kesulitan melintas, terlebih ketika harus berpapasan dengan mobil dari arah berlawanan.
“Kalau hujan lebih berbahaya karena lubangnya tidak kelihatan. Kami berharap segera ada perbaikan supaya pengendara lebih aman dan nyaman,” ucapnya, Rabu (17/6/2026).
Di tengah penantian tersebut, warga berharap pemerintah dapat mengambil langkah sementara untuk menutup lubang-lubang yang membahayakan agar risiko kecelakaan dapat diminimalisir hingga proyek perbaikan dimulai.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar, Linda Juniarti, memastikan pemerintah daerah telah mengalokasikan program lanjutan untuk penuntasan Jalan Muso Bin Salim pada tahun ini.
Ia menjelaskan, pekerjaan yang direncanakan, meliputi penyelesaian badan jalan menggunakan konstruksi rigid beton serta pembangunan saluran drainase yang masih tersisa sekitar 80 meter hingga tembus ke Jalan Cut Nyak Dien.
“Proses tender sebenarnya sudah selesai. Saat ini kami masih menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Begitu DPA diterima, kontrak langsung diproses dan pekerjaan bisa dimulai,” kata Linda.
Menurutnya, Jalan Muso Bin Salim masuk dalam daftar prioritas pembangunan di Kecamatan Tenggarong karena berfungsi sebagai akses pelayanan masyarakat.
Kendati demikian, pelaksanaan proyek tetap bergantung pada terbitnya DPA sebagai dasar hukum kontrak pekerjaan.
Linda mengakui masih ada sejumlah ruas jalan lain di Kukar yang menjadi prioritas utama, terutama jalan penghubung antarkecamatan.
Namun untuk kawasan perkotaan Tenggarong, Jalan Muso Bin Salim menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus karena pekerjaan sebelumnya belum tuntas.
“Target kami tahun ini badan jalan bisa diselesaikan. Sedangkan untuk beberapa bagian saluran yang belum selesai akan dituntaskan secara bertahap,” tuturnya.
DPU Kukar berharap dokumen anggaran segera diterbitkan agar proyek dapat berjalan sesuai jadwal.
Jika proses administrasi tidak mengalami hambatan, maka pengerjaan masih memungkinkan dilakukan dalam waktu sekitar 5 bulan. (Dri)