
Kegiatan Bakti Pada Guru di Muara Badak, (Dok. Disdikbud Kukar)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Keterbatasan anggaran pemerintah tidak menjadi penghalang bagi upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Melalui sinergi dengan dunia usaha, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar menggandeng Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) untuk melaksanakan Program Bakti Pada Guru.
Sebanyak 55 guru SD dan SMP dari Kecamatan Muara Badak dan Marangkayu mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 9-10 Juni 2026 di Gedung BPU Muara Badak.
Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang difokuskan pada penguatan pendidikan karakter.
Kabid Kurikulum, Pengembangan Bahasa dan Sastra, Perizinan Pendidikan, Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Kukar, Dr. Tulus Sutopo, S.Pd., M.M.Pd. mengatakan, kerja sama dengan pihak swasta menjadi salah satu solusi untuk memperluas jangkauan program pembinaan guru.
Menurutnya, kondisi fiskal yang semakin ketat menuntut pemerintah daerah untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan program peningkatan mutu pendidikan tetap berjalan.
"Karena kemampuan pembiayaan pemerintah terbatas, kami mencari mitra yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan. Alhamdulillah, Charoen Pokphand Foundation Indonesia merespons positif dan mendukung program penguatan karakter guru ini," kata Tulus, Selasa (16/6/2026).
Tulus menjelaskan, pelaksanaan kegiatan turut melibatkan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang yang memberikan pendampingan dan pelatihan kepada peserta.
Program ini dirancang untuk mendukung misi pembangunan Kukar dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter.
Dari total peserta, sebanyak 35 guru berasal dari Muara Badak dan 20 guru dari Marangkayu.
Seluruh peserta merupakan guru pilihan dari jenjang SD dan SMP yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing.
Pelatihan mengusung tema "Transformasi Penguatan Karakter Guru IDEAL untuk Bela Indonesia".
Para peserta mendapatkan materi melalui metode Visualization in Participatory Programme (VIPP), yang mengedepankan pembelajaran partisipatif berbasis pengalaman dan keterlibatan aktif peserta.
Selain materi penguatan karakter, peserta juga diajak memahami kembali filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara sebagai landasan dalam menjalankan peran sebagai pendidik.
Melalui kegiatan ini, Disdikbud Kukar berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi dapat terus diperluas sehingga semakin banyak guru yang memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitas diri, baik dari sisi kompetensi maupun karakter. (dri)