• Senin, 15 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur saat melakukan verifikasi lapangan lomba PKK tingkat provinsi tahun 2026 di Kota Balikpapan, Minggu (14/6/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Kota Balikpapan mendapat apresiasi dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dalam verifikasi lapangan lomba PKK tingkat provinsi tahun 2026.

Selain dinilai berhasil membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat, Balikpapan juga dianggap selangkah lebih maju dalam melibatkan remaja untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.

Penilaian tersebut mengemuka saat tim verifikasi melakukan kunjungan ke sejumlah lokus lomba di Kota Balikpapan pada 13–14 Juni 2026.

Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Fit Nawati, mengatakan bahwa tujuan utama verifikasi bukan semata-mata menentukan pemenang lomba, melainkan melihat dampak nyata program PKK dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Yang kami nilai bukan hanya administrasi atau kelengkapan program, tetapi bagaimana program itu mampu mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih sehat. Yang sehat tetap sehat, yang sakit menjadi sehat," ujarnya, Minggu (14/6/2026).

Menurut Fit Nawati, dari sepuluh indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Balikpapan menunjukkan sejumlah inovasi yang menjadi nilai tambah dalam penilaian.

Dua inovasi yang mendapat perhatian khusus adalah program kesehatan gigi masyarakat dan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak usia dini.

"Persoalan narkoba saat ini menjadi tantangan besar. Yang menarik, Balikpapan sudah memiliki inovasi untuk menyebarluaskan informasi kepada remaja agar tidak terlibat narkotika. Ini langkah yang sangat baik untuk melindungi generasi muda," katanya.

Selain itu, tim verifikasi juga menemukan berbagai praktik baik dalam mendukung kesehatan keluarga, mulai dari pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran dan buah-buahan hingga budidaya ikan yang berkontribusi terhadap pemenuhan gizi masyarakat.

Program tersebut dinilai tidak hanya mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting.

"Kami melihat masyarakat sudah aktif memanfaatkan lingkungannya untuk menanam tanaman pangan dan membudidayakan ikan. Ini berdampak langsung terhadap peningkatan gizi keluarga dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan," ujarnya.

Fit Nawati juga memberikan apresiasi terhadap inovasi layanan kesehatan yang dikembangkan Kota Balikpapan melalui program Sehat Sebrataan.

Program tersebut dinilai berhasil mengintegrasikan layanan kesehatan berbasis Posyandu dengan dukungan lintas sektor, sejalan dengan kebijakan Integrasi Layanan Primer yang saat ini dikembangkan Kementerian Kesehatan.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, PKK, tenaga kesehatan, serta organisasi profesi.

"Kolaborasi di Balikpapan sangat luar biasa. Ada dukungan dari dokter, bidan, dokter gigi, organisasi profesi, dan berbagai pihak lainnya. Ini menjadi kekuatan utama dalam menjalankan program kesehatan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Titing Qomariah, menyoroti keberhasilan Balikpapan dalam membangun Jaringan Remaja Waspada Penyalahgunaan Narkoba (Jarwasnaba).

Program yang merupakan bagian dari Krisan (Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba) tersebut menjadi salah satu inovasi unggulan TP PKK Kalimantan Timur yang telah mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Melalui Jarwasnaba, para pelajar didorong menjadi pelopor dan agen edukasi bahaya narkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

"Jarwasnaba dibentuk agar remaja tidak hanya menjadi sasaran sosialisasi, tetapi juga menjadi penggerak dalam menyebarluaskan informasi tentang bahaya narkoba kepada teman-teman mereka," ujar Titing.

Dari hasil verifikasi sementara, Balikpapan menunjukkan capaian yang cukup menonjol dibanding sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur.

Menurut Titing, sekitar 90 persen kecamatan dan kelurahan di Balikpapan telah memiliki kepengurusan Jarwasnaba yang melibatkan para pelajar.

"Ini menjadi kelebihan Balikpapan. Hampir seluruh kecamatan dan kelurahan sudah memiliki kepengurusan Jarwasnaba. Di beberapa daerah lain, pembentukannya belum merata seperti di Balikpapan," katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah kepengurusan yang terbentuk, tetapi juga dari aktivitas dan inovasi yang dijalankan oleh para remaja.

Karena itu, TP PKK Provinsi Kalimantan Timur mendorong anggota Jarwasnaba untuk terus mengembangkan metode kreatif dalam menyampaikan pesan-pesan antinarkoba kepada generasi muda.

"Kami ingin remaja memiliki inovasi sendiri dalam melakukan kampanye antinarkoba. Masa depan ada di tangan mereka, sehingga mereka harus menjadi bagian dari solusi," tegasnya.

Melalui berbagai program kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan generasi muda yang berjalan secara terintegrasi, Balikpapan dinilai berhasil menunjukkan bahwa pembangunan keluarga tidak hanya berfokus pada kesejahteraan ekonomi, tetapi juga pada kesehatan dan pembentukan karakter generasi penerus.

Verifikasi lapangan yang dilakukan TP PKK Provinsi Kalimantan Timur menjadi bagian dari penilaian lomba tingkat provinsi tahun 2026 yang hasilnya akan diumumkan pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 28 Juni 2026. (Las)



Pasang Iklan
Top