• Kamis, 18 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani.(Dok. Andri Wahyudi/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Program RT-KU Terbaik yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus menunjukkan progres menuju tahap implementasi.

Program yang dirancang untuk memperkuat pembangunan berbasis masyarakat di tingkat Rukun Tetangga (RT) itu mendapat dukungan penuh dari DPRD Kukar karena telah menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah yang tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani menegaskan Program RT-KU Terbaik merupakan janji pemerintah yang harus direalisasikan secara bertahap, meskipun kondisi anggaran daerah masih menghadapi berbagai tantangan.

Menurutnya, program ini tidak boleh diabaikan karena telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan memiliki dasar hukum yang jelas.

Sehingga pemerintah daerah wajib menjalankannya sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Kami memberikan apresiasi karena itu janji yang harus terpenuhi. Walaupun anggaran masih terbatas, kami berharap ketika kondisi fiskal mulai membaik, program ini tetap menjadi prioritas. Kalau belum bisa langsung terpenuhi seluruhnya, dapat dilakukan secara bertahap,” ujar Yani, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, DPRD Kukar telah mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp 100 juta dan membuka peluang penambahan anggaran pada tahap berikutnya selama tidak mengganggu kebutuhan pokok daerah, seperti pembayaran gaji pegawai, serta pembangunan infrastruktur dasar.

“Program RT-KU Terbaik menjadi hak masyarakat yang harus dituntaskan. Karena itu merupakan janji yang sudah dibungkus dalam peraturan daerah. Tidak boleh ditunda, apalagi tidak dilaksanakan. Yang bisa dilakukan adalah pelaksanaannya secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto menjelaskan skema bantuan hingga Rp 150 juta per RT diarahkan untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat, sekaligus mendukung kegiatan pemberdayaan di lingkungan RT.

Beberapa program prioritas yang akan dibiayai melalui RT-KU Terbaik, antara lain Bantuan Langsung Tunai (BLT), penanganan rumah tidak layak huni, bantuan bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan rujukan ke rumah sakit, penyediaan makanan bergizi bagi balita dan lansia, hingga dukungan operasional kegiatan RT.

Selain itu, program juga mencakup kegiatan gotong royong, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan terhadap operasional pengurus RT.

Kendati demikian, penggunaan anggaran untuk operasional RT dibatasi maksimal 30 persen agar sebagian besar dana benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Operasional RT nanti tidak lebih dari 30 persen. Selebihnya digunakan untuk kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

DPMD Kukar saat ini telah menyelesaikan penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) terkait RT-KU Terbaik.

Regulasi ini diperkuat dengan keberadaan tenaga ahli yang akan mendampingi pelaksanaan program di lapangan.

Sebanyak 7 orang tenaga ahli telah disiapkan untuk membantu finalisasi petunjuk teknis (juknis), sekaligus mendampingi RT dalam menyusun usulan kegiatan yang akan didanai melalui program tersebut.

Pemerintah daerah menargetkan peluncuran resmi Program RT-KU Terbaik dapat dilakukan pada pekan ketiga Juni 2026.

Setelah peluncuran, seluruh RT akan mendapatkan pendampingan dalam menyusun program prioritas sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Pada tahun pertama pelaksanaan, pemerintah berencana memfokuskan penggunaan dana pada sejumlah kebutuhan mendesak yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga, di antaranya penanganan ketahanan sosial, rehabilitasi rumah tidak layak huni, bantuan kesehatan, hingga pengembangan fasilitas internet warga.

Pelaksanaan anggaran juga akan dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus Rp 150 juta dalam satu waktu.

Mekanisme ini diterapkan agar penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan dengan baik oleh masing-masing RT.

“Nanti akan ditentukan prioritas terlebih dahulu, misalnya kebutuhan tahap awal Rp 50 juta, maka itu yang direalisasikan lebih dulu. Setelah selesai dan dipertanggungjawabkan, baru dilanjutkan pada tahap berikutnya,” ujarnya.

Terpisah, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri memastikan anggaran Program RT-KU Terbaik tetap aman dan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam upaya memperkuat pembangunan berbasis masyarakat.

Ia menegaskan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tidak akan terganggu, meskipun pemerintah daerah menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah.

Komitmen ini menjadi sinyal kuat bahwa Program RT-KU Terbaik akan menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat peran RT sebagai ujung tombak pelayanan dan pembangunan di lingkungan warga.

Dengan dukungan DPRD, regulasi yang telah disiapkan, serta komitmen pemerintah daerah, Program RT-KU Terbaik diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kukar, mulai dari pengentasan persoalan sosial, peningkatan kualitas hunian warga, hingga penguatan pemberdayaan masyarakat di tingkat paling bawah. (Dri)



Pasang Iklan
Top