
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kukar, Ariyadi di Ruang Kerjanya Selasa (9/6/2026).(Foto: Andri Wahyudi/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan seluruh madrasah di Kukar wajib melaksanakan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sesuai petunjuk teknis, ketentuan, dan peraturan yang berlaku.
Kepala Kantor Kemenag Kukar, Ariyadi mengatakan, penerimaan peserta didik baru di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), maupun Madrasah Aliyah (MA) harus berjalan transparan dan terbebas dari praktik pungutan liar (pungli) maupun iuran yang memberatkan orangtua murid.
Menurutnya, seluruh satuan pendidikan madrasah harus menjaga kepercayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan pendidikan yang baik tanpa membebani calon peserta didik dan keluarganya.
“Saya berharap seluruh madrasah melaksanakan penerimaan siswa baru sesuai juknis dan aturan yang berlaku. Jangan sampai ada pungli atau pungutan yang memberatkan orang tua maupun calon siswa,” kata Ariyadi.
Ia menegaskan, pengelola madrasah perlu menjalankan amanah pendidikan dengan penuh tanggung jawab, serta mensyukuri berbagai dukungan yang selama ini telah diberikan pemerintah kepada lembaga pendidikan keagamaan.
Terkait aspirasi mengenai program seragam gratis yang telah diterapkan pada sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan, Ariyadi mengakui Forum Madrasah pernah menyampaikan harapan agar madrasah juga memperoleh perhatian yang sama.
Kendati demikian, ia menjelaskan Kementerian Agama merupakan instansi vertikal yang harus mengikuti kebijakan dan regulasi dari pemerintah pusat, sehingga setiap program harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
Meskipun belum memperoleh program seragam gratis, seperti sekolah umum, namun Ariyadi mengemukakan pemerintah daerah telah memberikan perhatian besar terhadap perkembangan madrasah di Kukar melalui berbagai bantuan pendidikan.
“Selama ini Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sudah banyak membantu madrasah, baik melalui BOSKab (Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten) maupun bentuk dukungan lainnya. Kami tentu mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan,” ujarnya.
Untuk pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027, Ariyadi menyebutkan mekanisme penerimaan murid baru di madrasah tidak mengalami perubahan berarti dan masih mengacu pada pola yang telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.
Ia juga mengajak para calon peserta didik untuk tetap bersemangat menempuh pendidikan di madrasah.
Menurutnya, madrasah dan sekolah umum memiliki tujuan yang sama, yakni mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu meraih masa depan yang lebih baik.
“Jangan merasa iri dengan pihak lain. Yang terpenting adalah terus belajar, bersyukur, dan optimistis dalam menuntut ilmu. Madrasah maupun sekolah umum sama-sama memberikan kesempatan untuk meraih masa depan yang baik,” tuturnya.
Kemenag Kukar juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari masing-masing madrasah terkait jadwal dan tahapan SPMB guna menghindari kesalahpahaman selama proses pendaftaran berlangsung.
Dengan komitmen tersebut, Kemenag Kukar berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan tertib, transparan, dan memberikan akses pendidikan yang adil bagi seluruh calon peserta didik di Kabupaten Kukar.
Sementara itu tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di madrasah negeri terlihat pada pelaksanaan SPMB tahun ini.
Kepala MTs Negeri 1 Tenggarong, Nasruddin Zainudin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 7 rombongan belajar untuk menerima peserta didik baru.
Setiap rombongan belajar akan diisi sekitar 30 hingga 32 murid.
Dengan kapasitas tersebut, daya tampung sekolah diperkirakan mencapai lebih dari 200 murid.
“Untuk tahun ajaran baru ini kami menyiapkan 7 rombongan belajar. Setiap kelas berisi sekitar 30 sampai 32 siswa,” katanya.
Nasruddin mengemukakan, jumlah pendaftar setiap tahun selalu melampaui daya tampung yang tersedia.
Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, jumlah calon peserta didik yang mendaftar bisa melebihi kuota hingga 100 sampai 200 orang. (Dri)