
Penampilan seni teater berjudul Ibu Negara, Senin (1/6/2026).(Foto: IG: lanjong_foundation)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Selain dikenal sebagai destinasi hiburan yang menawarkan beragam permainan dan wahana rekreasi, objek wisata Ladaya di Tenggarong juga terus menghadirkan pertunjukan seni teater sebagai bagian dari upaya menjaga kreativitas dan ruang berekspresi bagi masyarakat.
Pertunjukan tersebut berasal dari Yayasan Lanjong Foundation, dimana ladaya juga berasal dalam naungan Yayasan Lanjong Foundation.
Manager Ladaya sekaligus Ketua Yayasan Lanjong Foundation, Kosis mengatakan, sepanjang tahun ini pihaknya telah menggelar sejumlah pertunjukan teater di Ladaya.
Ajang tersebut selalu disambut dengan antusias dari masyarakat, tahun ini , pihaknya telah menampilkan seni dengan bertajuk Waiting for Godot, kegiatan Sahur Mayur, hingga Ibu Negara yang telah rampung pada 1 Juni 2026 lalu.
"Dalam tahun ini kami sudah menggelar beberapa kegiatan seni. Sebelumnya ada pentas Waiting for Godot, kemudian acara Sahur Mayur yang juga dilaksanakan di Ladaya. Pada 1 Juni kemarin kami kembali mengadakan pertunjukan Teater bertajuk Ibu Negara," ujarnya pada KutaiRaya.com, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan seni tersebut akan terus berlanjut. Bahkan, pihaknya berencana kembali menggelar pertunjukan teater pada Agustus mendatang.
"Kami senang membuat karya dan menghadirkan pertunjukan di tempat ini. Salah satu cara merawat Ladaya adalah dengan terus menghidupkannya melalui berbagai karya seni dan pertunjukan," katanya.
Ia menegaskan, penyelenggaraan pertunjukan teater bukan semata-mata untuk menarik kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, seni menjadi sarana bagi para pelaku seni dan masyarakat untuk menyalurkan ide, kegelisahan, serta perasaan yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami tidak secara khusus memproyeksikannya untuk meningkatkan kunjungan. Lebih kepada bagaimana kami bisa tetap menjaga semangat dan tidak terlalu stres menghadapi berbagai situasi. Ketika ada kegelisahan, kami memilih mengekspresikannya melalui karya dan pertunjukan," ungkapnya.
Menurutnya, kesenian memiliki peran penting dalam membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan lebih santai dan positif.
"Daripada hanya diam dan meratapi keadaan, lebih baik kita membuat karya, tampil di panggung, dan bersenang-senang melalui pertunjukan. Seni membuat kita sedikit lebih rileks menghadapi situasi hari ini," tambahnya.
Terkait respons masyarakat, ia mengaku antusias terhadap pertunjukan teater di Ladaya hingga kini masih cukup baik. Sejumlah penonton bahkan datang dari berbagai daerah di Kalimantan Timur untuk menyaksikan setiap pementasan yang digelar.
"Alhamdulillah, sampai hari ini animo masyarakat masih bagus. Banyak teman-teman dari Samarinda, Balikpapan, bahkan Bontang yang datang setiap kali kami mengadakan pertunjukan," ungkapnya.
Ia melihat kecintaan terhadap seni teater terus tumbuh di kalangan masyarakat. Meski minat warga sekitar belum seramai penonton dari luar daerah, ia optimistis kondisi tersebut akan berkembang seiring waktu.
"Mungkin teman-teman di sekitar sini belum sebanyak dari daerah lain yang datang. Tapi ini proses. Saya yakin lambat laun masyarakat di sini juga akan semakin mengenal dan menyukai pertunjukan teater," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Risky Permana, turut mengapresiasi konsistensi Yayasan Lanjong Foundation dalam menghadirkan kegiatan seni di Ladaya.
"Kami mengapresiasi yayasan karena Ladaya tidak hanya menjadi tempat destinasi hiburan atau wisata, tetapi juga menjadi wadah untuk menyalurkan seni dan mengembangkan bakat masyarakat," tukasnya. (*Zar)